Bertemu Orang Pamer Kemaluan, Eksibisionisme

Siap Bangun Negara , M. Ishaq Dwi Putra

one month ago



Indonesiabaik.id - SohIB, pernahkah kalian sedang berada dalam tempat keramaian dan alat transportasi umum tiba-tiba menemukan seseorang sedang memamerkan alat kelaminnya? Hati-hati mungkin kalian sedang melihat orang tersebut mengalami gangguan eksibisionisme.

Eksibisionisme merupakan asal kata dari Exhibit yaitu memamerkan atau menunjukan. Sehingga Eksibisionisme sendiri adalah perilaku yang selalu memamerkan hal yang biasanya tertutup di khalayak umum. Misalnya: payudara, alat kelamin, atau pantat. Sehingga hal tersebut dapat memicu dan mengundang hasrat orang-orang dari sekelilingnya.

Gangguan eksibisionisme merupakan penyakit kesehatan mental yang berpusat mengekspos alat kelamin seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual. Biasanya orang yang menderita Gangguan eksibisionisme menunjukan kemaluannya kepada orang asing yang tidak dikenal dan tidak memiliki kecurigaan sama sekali, khususnya kepada kaum ibu-ibu dan anak-anak. Seorang eksibisionis merasa mendapatkan kenikmatan seksual ketika ia menunjukkan alat kelaminnya di depan orang lain yang menunjukkan reaksi kaget ataupun takut terhadap kejadian tersebut.

Istilah eksibisionisme ditemukan oleh dokter Perancis yaitu Charles Lasegue tahun 1877. Gangguan eksibisionisme ini biasanya berawal sejak usia remaja setelah pubertas. Dorongan untuk memamerkan alat kelaminnya sangat kuat dan hampir tidak dapat dikendalikan oleh pada penderitanya, terutama ketika mereka mengalami kecemasan dan gairah seksual.

Faktor risiko untuk pengembangan gangguan eksibisionisme pada laki-laki termasuk gangguan kepribadian antisosial, penyalahgunaan alkohol, dan minat pedofilia. Faktor-faktor lain yang mungkin terkait dengan eksibisionisme termasuk pelecehan seksual dan emosional selama masa kanak-kanak dan keasyikan seksual di masa kecil.

Permulaan kondisi ini biasanya terjadi pada masa remaja akhir atau dewasa awal. Serupa dengan preferensi seksual lainnya, preferensi dan perilaku seksual eksibisionis dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Sekitar sepertiga dari kejahatan seks yang dilaporkan ke polisi melibatkan insiden eksibisionisme.

Pada saat memamerkan alat kelaminnya, individu dengan gangguan eksibisionisme (eksibisionis) tidak mempedulikan konsekuensi sosial dan hukum dari tindakannya. Dalam beberapa kasus tindakan eksibisionis ini juga diikuti dengan tindakan masturbasi saat melihat ekspresi dari korban yang merupakan kepuasan seksual bagi pelaku tersebut. Karena banyaknya korban yang merasa dirugikan/dilecehkan dan mengalami trauma atas tindakan eksibisionis, tindakan ini sering dikategorikan sebagai sebuah kejahatan seksual dan kemudian dikategorikan dalam sebagai pelanggaran hukum pidana.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • eksibisionisme
  • pengidap eksibisionisme
  • penderita gangguan eksibisionisme
  • gangguan eksibisionisme
  • kuhp
  • uu pornografi
  • undang undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi

Infografis Terkait