Dana Riset Indonesia Harus Ditingkatkan

Siap Bangun Negara , Oktanti Putri Hapsari

3 months ago



Indonesiabaik.id - Indonesia sedang membangun sumber daya manusia yang unggul untuk maju dan mampu bersaing di dunia internasional. Akan tetapi masih ada sejumlah kendala untuk berjalan dan berlari menuju ke sana. Salah satunya adalah dana penelitian (riset) yang dimiliki Indonesia masih perlu ditingkatkan lagi jumlahnya.

Perlu diketahui bahwa pada 2016, dana penelitian Indonesia hanya mencapai 0,25% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp24,92 triliun. Nilai tersebut bisa dikatakan masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN, seperti Singapura (2,012%), Malaysia (1,8%), Thailand (0,442%) ataupun Vietnam (0,374%). Selain itu, hanya 43,74% dari Rp24,92 triliun yang dialokasikan untuk kegiatan penelitian.

Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, pendanaan biaya litbang yang signifikan akan berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas hasil penelitian yang berupa inovasi. Jumlah peneliti pun semakin banyak. "Itu sebabnya negara-negara maju terus berlomba-lomba menaikkan pembiayaan litbang," kata Nasir di laman lipi.go.id.

Nasir juga mengemukakan rendahnya respon industri untuk memanfaatkan hasil riset dalam negeri dengan berbagai alasan. Masalah ini harus dicarikan solusinya sehingga peneliti lebih semangat untuk meningkatkan produktivitas risetnya.

Meski kondisi lingkungan strategis riset kita masih kurang menggembirakan, Nasir mengemukakan perlunya lata tetap optimistis dan terus mendorong agar Iptek memiliki peran yang lebih signifikan dan teratur. Sehingga Multy Factor Productivity (MFP) pada 2019 bisa mencapai 20 persen.

Wakil Kepala Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Akmadi mengatakan, kelemahan lain juga pada penyerapan anggaran. Banyak peneliti terganggu pada masalah pelaporan dana penelitian. Apalagi anggaran yang ada seringkali telat sehingga menumpuk di akhir tahun.

Data yang dipublikasikan LIPI menyebutkan, rasio anggaran Litbang terhadap APBN yang dihitung dari tahun 1969 sampai 2009 menujukkan pola eksponensial yang terus menurun. Hal ini menggambarkan, perhatian pemerintah terhadap Litbang pada awal pembangunan cukup tinggi dan selanjutnya turun secara drastis menuju keadaan stagnan. "APBN telah mengalami kenaikan 4000 kali lipat sementara Litbang hanya naik 420 kali lipat," tambahnya.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • kemenristekdikti
  • dana riset indonesia
  • dana penelitian Indonesia
  • sdmunggul
  • indonesiamaju
  • lipi
  • lembaga ilmu pengetahuan indonesia

Infografis Terkait