Lihat Semua : infografis

e-SMARTIKM Optimalkan Pemasaran Produk di Kondisi Sulit Pandemi

Dipublikasikan pada 2 months ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, - /   View : 588


indonesiabaik.id - Salah satu langkah strategis dijalankan Kementerian Perindustrian adalah mengoptimalkan pemasaran produk IKM melalui platform e-commerce untuk menggantikan cara penjualan offline yang sulit dilakukan di masa pandemi COVID-19 melalui program e-Smart IKM.

Latar belakang e-SMART IKM

Hal itu dilatarbelakangi dengan seiring berjalannya transaksi produk yang mengalami perubahan. Penjualan produk yang sebelumnya didominasi transaksi offline beralih ke online. Hal demikian menjadi satu pacuan  yang tepat untuk mempercepat transformasi digital.

Pada 14 Mei 2020, Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia sebagai salah satu upaya dalam memulihkan perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19.

Seiring dengan Gerakan Nasional tersebut, Kemenperin turut berkontribusi dengan menggelar kampanye #SemuanyaAdaDisini yang berlangsung pada 1-15 Juli 2020. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan kualitas yang mumpuni.

Apa saja target program tersebut?

Adapun sektor IKM yang menjadi target program tersebut antara lain yang menghasilkan produk makanan dan minuman dalam kemasan, produk herbal, olahan bumbu masak, furnitur, fesyen, masker nonmedis dan alas kaki, aksesoris dan perhiasan, serta kosmetik.

Selain itu, IKM yang memproduksi hand sanitizer dan homecare, mainan anak, peralatan makan, peralatan kebersihan, home decor dan kerajinan, peralatan masak dan perlengkapan dapur, mesin pertanian dan industri, perkakas tangan berkebun dan bertani, askesoris otomotif, produk elektronik, serta alat kesehatan dan olahraga.

Upaya Kemenperin mendukung pemasaran produk IKM secara online telah dilakukan sejak 2017 melalui program e-Smart IKM.

Program tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM untuk mampu memasarkan produknya lewat platform digital. Hingga saat ini, e-Smart IKM sudah diikuti sebanyak 11.167 pelaku IKM di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, Kemenperin bekerja sama dengan ekosistem digital di Indonesia untuk mewujudkan dukungan bagi IKM di tanah air melalui program tersebut. 

E-Smart IKM telah bekerja sama dengan seluruh ekosistem digital di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, Blanja, Ovo, Dana dan Imoji. Selain itu juga melibatkan berbagai macam perusahaan pendukung seperti Si-Cepat dan JNE.



Infografis Terkait