Lihat Semua : infografis

Fakta Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

Dipublikasikan pada 9 days ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, Abdurrahman Naufal /   View : 91


Indonesiabaik.id - Rangkaian persiapan pengadaan vaksin tengah disiapkan oleh Pemerintah. Mulai dari agenda kerjasama dengan perusahaan atau produsen vaksin hingga persiapan dengan melakukan tahapan-tahapan uji klinis untuk memastikan vaksin aman digunakan.

  • Agustus 2020

Merupakan awal kerjasama Indonesia, dalam hal ini melalui Bio Farma dengan produsen vaksin Sinovac yang berasal dari Cina.

Pada bulan yang sama pula, uji klinis vaksin fase III dilaksanakan. Sebanyak 2.400 dosis vaksin diterima Indonesia untuk persiapan uji klinis. Dalam pelaksanaannya, pihak Bio Farma lalu bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan melakukan suntik vaksin kepada 1.620 relawan di Bandung.

  • November 2020

Dalam bulan ini, hasil dari uji klinis yang telah dilakukan beberapa bulan lalu memasuki tahap monitoring oleh BPOM yang bertujuan untuk memastikan aspek kemanan, mutu dan efektivitas vaksin.

  • Desember 2020

Sebanyak 1,2 juta vaksin Sinovac tiba di Indonesia. Vaksin tiba lewat Bandara Udara Soekarno-Hatta, dengan Pesawat charter milik maskapai Garuda Indonesia pada Minggu (6/12/2020), pukul 21.30 WIB malam. Kedatangan vaksin tersebut tidak serta merta langsung dilakukan distribusi kepada masyarakat, melainkan masih diperlukan sejumlah tahap dan persiapan vaksinasi. Selain jumlah tersebut, akan ada 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan dikirimkan.

  • Januari 2021

Menurut data Setkab, ada sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi dan 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan dikirim pada awal tahun 2021.

Hal penting yang perlu diketahui untuk memulai vaksinasi, Pemerintah memastikan betul bahwa vaksin telah melewati berbagai tahapan yang aman. Tahapan berikutnya setelah vaksin tiba di Indonesia adalah tahapan dari Badan POM yaitu pemberian izin EUA (Emergency Use Authorization). Vaksin harus terjamin dulu dari aspek mutu, efektivitas, keamanan, pertimbangan ilmiah dan hasil uji klinis.

Selain itu, masih diperlukan persiapan dalam sistem distribusi vaksin ke daerah dan peralatan pendukung SDM serta tata kelola vaksinasi karena ketidakmungkinan dilakukan secara serempak untuk semua penduduk.



Infografis Terkait