Lihat Semua : infografis

HATI-HATI, Jejak Digital Bisa Bawa Sial

Dipublikasikan pada 2 months ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, Ananda Syaifullah /   View : 167


indonesiabaik.id - Tiap orang harus sadar pentingnya perlindungan data di dunia industri yang sedang mengalami disrupsi saat ini sehingga dapat menyiapkan citra diri di masa depan.

Manusia tanpa sadar telah berinteraksi dan memenuhi hampir segala kebutuhan hidup melalui dunia siber, sebuah ruang yang memiliki karakteristik tidak memiliki batasan dan waktu.

Jejak digital bisa kita anggap sebagai bom ranjau yang tertanam di dalam jejak penggunanya dan kemungkinan berisiko "meledak" suatu saat jika ada pihak-pihak tertentu yang mengincar si pemilik jejak digital sebagai target. Bahaya kan ya?

Itu makanya, kesadaran dan aksi nyata dalam melindungi data pribadi yang dimiliki serta selalu bertindak bijaksana di ruang siber sangat perlu diperhatikan, mengingat jejak digital akan terekam di ruang siber dan tidak dapat dihilangkan.

Tindakan pencegahan jejak digital aman

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan berpikir kritis sebelum memposting suatu hal di ruang siber karena apapun yang sudah di ruang siber mudah diduplikasi dan disebarluaskan namun sulit dilenyapkan sekalipun sudah terhapus.

Selain itu, jangan pernah membagikan identitas diri semaunya di ruang siber seperti KTP, Paspor, KK dan sebagainya karena hal tersebut berbahaya.

Kondisi tersebut bisa membuat kejahatan berevolusi dan berkembang di dunia siber, yang terkadang dampak aksi kejahatannya jauh lebih besar dari kejahatan konvensional di dunia nyata. Pada kasus ekstrim, kejahatan di dunia siber selaim mengganggu kehidupan pribadi adalah juga bisa berdampak luas sehingga bisa mengganggu stabilitas nasional.

Cobalah bagi setiap orang untuk menyebarkan hal positif, jangan hanya karna demi konten pengguna siber berbangga memposting hal buruk seperti cyberbullying, penghasutan, ujaran kebencian atau bahkan rasisme.

Memahami circle ketika berinteraksi di ruang siber dengan mengenali dengan siapa kita berbicara dan membatasi diri untuk tidak gegabah membagi informasi bisa jadi cara mencegah hal buruk terjadi.



Infografis Terkait