Kandungan Pajak Dalam Sebungkus Rokok

Yuli Nurhanisah , Ananda Syaifullah

6 days ago



Indonesiabaik.id - Saat ini, cukai dan pajak merupakan komponen terbesar harga rokok. Sekitar 60-70 persen penjualan rokok masuk ke kas negara. Dalam satu bungkus rokok, ada beberapa jenis pajak. Sebagai salah satu penerimaan negara, pajak dan cukai rokok berperan sebagai penopang pendapatan negara dari sektor riil. Hal inilah yang menjadikan rokok sebagai benda konsumsi yang di satu sisi membawa dampak positif bagi keuangan Negara.

Pajak rokok sendiri memiliki pengertian berbeda dengan cukai rokok, baik dari cara pungutan maupun besaran pungutannya. Pajak rokok dapat diartikan sebagai pungutan atas cukai yang dipungut pemerintah.

Sementara, cukai rokok adalah pungutan terhadap rokok dan produk tembakau lainnya, termasuk cigaret, cerutu dan rokok daun. Pembebanannya pun berbeda. Kalau cukai rokok dibebankan kepada perokok, sementara pajak rokok dibebankan kepada produsen rokok.

Di sisi lain, ada juga yang namanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas barang yang dikonsumsi. Besarnya persentase PPN sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan dipungut oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Tarif PPN untuk penjualan barang hasil produksi pada umumnya adalah 10% dari harga barang tersebut.
PPN merupakan salah satu peyumbang sumber pendapatan negara setelah Pajak Penghasilan. Salah satu penyumbang PPN terbesar adalah industri tembakau/rokok.

Tujuan utama penerapan pajak rokok adalah untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya rokok. Penerapan pajak rokok sebesar 10 persen dari nilai cukai juga dimaksudkan untuk memberikan optimalisasi pelayanan pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat.



    Tag :
  • rokok
  • pajak rokok
  • pajak andalan penerimaan Negara
  • kontribusi pajak rokok
  • komponen pajak dalam rokok
  • besaran pajak
  • Kementerian Keuangan
  • Kemenkeu
  • yang muda suka data
  • Indonesiabaik.id.

Infografis Terkait