Lihat Semua : infografis

Kerja Bersama Mengakselerasi Pertumbuhan Berkeadilan

Dipublikasikan pada 3 years ago / Riset, Anggar Septiadi / Desain, Gemawan Dwi Putra /   View : 1.041


Tekat pemerintah untuk mengaklereasi pertumbuhan ekonomi berkeadilan yang menjadi proritas utama pembangunan Indonesia saat ini.  Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018 mengacu kepada memantapan pengelolaan fiscal dan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan ini  yang Berkeadilan dengan berpedoman 3 (tiga) kebijakan utama.

Pertama, dengan mendorong optimalisasi pendapatan negara melalui peningkatan rasio pajak serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan aset.

Kedua, dengan melakukan penguatan kualitas belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja modal yang produktif, serta efisiensi belanja non prioritas seperti belanja barang dan subsidi yang harus tepat sasaran. Kemudian juga dengan sinergi antara program perlindungan sosial, menjaga dan refocusing anggaran prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk pengurangan kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik.

Ketiga, kebijakan berkelanjutan dan efisiensi pembiayaan yang dilakukan melalui pengendalian defisit dan rasio utang, defisit keseimbangan primer yang semakin menurun, dan pengembangan creative financing atau pembiayaan yang tidak melulu dari APBN, seperti melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)

Postur RAPBN 2018. Dengan asumsi dasar ekonomi makro tahun 2018, maka pendapatan negara akan mencapai Rp 1.878,4 triliun, di mana penerimaan perpajakan adalah Rp 1.609,4 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 267,9 triliun.

Kemudian untuk belanja negara, dirancang mencapai Rp 2204,4 triliun, di mana belanja pemerintah pusat adalah Rp 1.443,3 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 761,1 triliun.

Diharapkan APBN dipakai sebagai instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar lebih baik, tinggi, berkualitas, dan berkeadilan. Tentunya dengan memfokuskan pada bagaimana menggunakan belanja dengan makin efektif terutama kepada masyarakat kelompok bawah dalam bentuk pelayanan yang makin baik. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap hadirnya negara juga bisa diperbaiki. Penerimaan juga akan diupayakan untuk terus membiayai belanja dengan demikian RAPBN akan makin sehat dan ekonomi makin kuat.



Infografis Terkait