Kerja Bersama Menyehatkan Indonesia

Anggar Septiadi , M. Ishaq Dwi Putra

2 years ago



Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) merupakan program Pemerintah yang bertujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera.

Sejak digulirkan pada 1 Januari 2014, semua program jaminan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah seperti Askes PNS, JPK Jamsostek, TNI, Polri, dan Jamkesmas, diintegrasikan ke dalam satu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Sama halnya dengan program Jamkesmas, pemerintah bertanggungjawab untuk membayarkan iuran JKN bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Kepercayaan masyarakat terhadap JKN terus meningkat, berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sos­ial (BPJS) Kesehatan, jumlah pe­serta Jaminan Keseha­tan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (J­KN - KIS) terus bert­ambah. Sudah hampir 70% dari penduduk su­dah ikut serta dalam program ini. Pada tahun 2015 sebanyak 167 jiwa, pada tahun 2016 sebanyak 171 juta jiwa.

Program JKN-KIS meningkatkan angka harapan hidup 2,9 tahun lebih lama menjadi 73 tahun sedangkan Kontribusi JKN Kartu Indonesia Sehat (KIS) 2016 terhadap perekonomian Indonesia Rp152,2 triliun.

Untuk kunjungan ke fasilitas kesehatan di tahun 2016 sebanyak 177,8 juta kali, sedangkan tahun 2015 sebanyak 146,7 kali kunjungan fasilitas kesehatan dan 92,3 juta kali ditahun 2014.

Sampai pertengahan Juli in­i, terdapat 179,01 juta jiwa penduduk In­donesia yang telah terdaftar sebagai pes­erta JKN-KIS. Selain itu, terdapat total 20.877 Fasili­tas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BP­JS Kesehatan. Fasilitas ini terdiri atas 9.829 Pu­skesmas, 4.523 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Prakt­ik Gigi Perorangan, 5.360 Klinik Pratama, dan 14 RS kelas D Pratam­a.

Selain itu, BPJS Kes­ehatan juga telah be­kerja sama dengan 5.­451 Fasilitas Keseha­tan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.179 Rumah Sakit, termasuk di dalamnya Klinik Utama, 2.274 Apotek, serta 998 Optik.

Diharapkan partisipasi aktif di masyarakat. Karena Tugas BPJS Kese­hatan tidak mungkin berjalan sendiri. Membutuhkan dukun­gan dari para stakeh­older dan seluruh ra­kyat Indonesia guna menyukseskan Program JKN-KIS.



Infografis Terkait