Masa Krisis: Krisis Datang Ekonomi Terguncang

Anggar Septiadi , Bontor Paolo

2 years ago



Awal tahun 1990an kondisi perekonomian Indonesia berjalan dengan baik, tidak ada tanda-tanda bahwa
krisis akan datang menghampiri. Hal tersebut terlihat dimana rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7
persen, rata-rata inflasi sebesar 9 persen pada tahun 1996, pertumbuhan nilai ekspor tahun 1990-1996
sebesar 14 persen, cadangan devisa sebesar 28 miliar Dolar AS, dan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) pada Juli 1997 mencapai 720 poin.


Permasalahan muncul saat salah satu Negara di ASEAN yakni Thailand mengembangkan Bath hingga
pada awal Juli tahun 1997 yang memicu modal keluar dari Asia secara berjamaah. Hal tersebut
mengakibatkan kurs mata uang di kawasan terguncang dan kemudian krisis ekonomi datang
menghampiri.


Pada periode 1996-1997 terjadilah krisis ekonomi yang menunjukkan kurs mata uang rupiah terhadap
dolar menunjukkan pelemahan yang sebelumnya Rp2.376 menjadi Rp16.500 per Dolar AS. Nilai inflasi
meningkat dari 10,3 menjadi 77,6 persen. Uang primer meningkat dari 23,2 persen menjadi 77,6 persen.
Kredit bermasalah meningkat dari 8,3 persen menjadi 48,66 persen. Transaksi berjalan meningkat dari -
2.3 persen menjadi 58,7 persen. Debt service ratio pun demikian, dari angka 44,6 persen menjadi 58,7
persen dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) meningkat drastis dari 20 menjadi 70 persen.



Infografis Terkait