Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tumbuh Pesat, Devisa Meningkat

Siap Bangun Negara , Oktanti Putri Hapsari

29 days ago



Indonesiabaik.id - Lima tahun bagi sebagian orang boleh jadi tidak cukup lama untuk menyulap sesuatu menjadi lebih bernilai. Namun nyatanya sinergi bersama mampu mewujudkan pariwisata menjadi sektor unggulan yang kian terbukti besar kontribusinya bagi pendapatan negara dalam kurun waktu lima tahun.

Di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya, pariwisata dibawa ke arah konsep Indonesia Incorporated dengan citra yang semakin berdaya saing tinggi. Faktanya, beberapa konsep dan pemikiran mantan Dirut Telkom itu telah mampu mengubah orientasi dan paradigma pariwisata yang kuno menjadi kekinian dan mampu melakukan lompatan inovasi yang keren.

Kunjungan wisman tumbuh pesat

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) naik siginifikan dari 2015 – 2017. Tahun 2015 sebanyak 10,41 juta, tahun 2016 menjadi 12,01 juta, dan tahun 2017 sebanyak 14,04 juta. Sampai Agustus 2018, jumlah wisman mencapai 10,58 juta. Wisatawan nusantara juga terus naik. Sejak tahun 2015 sebanyak 256 juta, tahun 2016 meningkat menjadi 264,33 juta, dan tahun 2017 menjadi 270,82 juta.

World Travel & Tourism Council (WTTC) bahkan menempatkan Indonesia di posisi sembilan, negara dengan pertumbuhan wisman tercepat di dunia nomor tiga di Asia dan nomor satu di Asia Tenggara. Banyaknya penghargaan yang diraih pariwisata Indonesia di tingkat regional maupun internasional menunjukkan bahwa daya saing pariwisata Indonesia semakin diperhitungkan di level global. Perolehan penghargaan ini menjadi momentum untuk memacu kinerja kita dalam mencapai target 20 juta wisman tahun 2019.

Devisa meningkat

Tercatat dalam lima tahun terakhir sektor pariwisata Indonesia mampu menyumbangkan devisa yang terus meningkat signifikan. Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat dari 12,2 miliar dolar AS pada 2015, menjadi 13,6 miliar dolar AS di 2016, dan naik lagi menjadi 15 miliar dolar AS pada 2017. Pada 2018 ditargetkan meraup devisa 17 miliar dolar AS serta pada 2019 ditargetkan menjadi penyumbang devisa nomor 1 mengalahkan sektor perekonomian lain dengan proyeksi nilai sebesar 20 miliar dolar AS.

Pariwisata sektor unggulan

Sektor pariwisata diyakini akan menjadi core economy Indonesia untuk lima tahun ke depan. Terlebih, saat ini sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai leading sektor ekonomi bangsa oleh pemerintah melampaui CPO (minyak sawit mentah).

Indonesia memiliki ribuan destinasi, baik yang sudah bergaung namanya maupun yang masih menjadi ‘surga’ tersembunyi. Apalagi pembangunan infrastruktur terus digairahkan, maka bukan tidak mungkin dunia pariwisata akan menjadi bintang baru bagi pemasukan negara.

Prospek yang cerah itu mendorong pelaku industri perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk menyatakan siap mendukung Pemerintah dalam mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2020.

Pekerjaan rumah yang masih harus terus dilanjutkan tidak lain terkait dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terjun di berbagai bidang pendukung pariwisata.

Mereka salah satunya dibutuhkan untuk mengembangkan atraksi baru termasuk pengembangan baru wisata melalui konsep "storynomics tourism". Sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan living culture serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi.

Pembangunan SDM pariwisata itu pula nantinya yang kemudian diharapkan akan semakin mengantarkan pariwisata menjadi sektor utama sekaligus instrumen untuk menyejahterakan seluruh rakyat di Tanah Air. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Menteri Pariwisata Kabinet Indonesia Maju, Wishnutama.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • program pemerintah
  • pariwisata
  • kunjungan wisman
  • kunjungan wisatawan mancanegara
  • target 20 juta kunjungan wisman 2019
  • menteri pariwisata
  • arief yahya
  • wishnutama

Infografis Terkait