Menghitung Biaya Kompensasi Listrik Mati

Yuli Nurhanisah , Ananda Syaifullah

one month ago



Indonesiabaik.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memberikan kompensasi kepada pelanggan atas listrik mati di sebagian Jawa sejak Minggu (4/8). PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan.

Kompensasi akan diberikan sebesar 35% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment. Sementara kompensasi sebesar 20% dari biaya beban atau rekening minimum juga diberikan untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesesuaian tarif tenaga listrik (non adjustment).

Kepala Divisi Niaga PLN Yudi Setyo Wicaksono menjelaskan jika batasan waktu padam ditembus untuk pelanggan 2.200 VA maka hitungan kompensasi yang berlaku ialah 35% dikali rekening minimum yakni rupiah minimum yang harus dibayar yang terdiri tarif per kWh x 40 jam x VA terpasang.
Angka 40 jam adalah nilai minimum layanan yang dijadikan konstanta atau nilai tetap sebagai pengali besaran ganti rugi.

Gambarannya adalah jika pelanggan mempunyai 2.200 VA maka kompensasi yang diberikan 2.200 VA dikali 40 jam, kemudian dikalikan 0,35 yang tadi, dikalikan rupiah per kWh misalkan tegangan rendah Rp 1467,28 per kWh sehingga biaya kompensasi mendapat Rp 45 ribu sekian.

Atau berlaku seperti berikut:

(2.200 / 1.000) x 40 x 0,35 x 1.467,28 = Rp 45.192 (besaran 2.200 VA dibagi 1.000 agar satunya berubah jadi kW). Nantinya, hitungan ini berlaku juga pada pelanggan tarif subsidi. Hanya saja, yang membedakan ialah besaran persentase pengurangan, daya, dan tarif per kWh.



    Tag :
  • listrik mati
  • kompensasi listrik mati
  • kompensasi pelanggan listrik mati
  • Permen ESDM Nomor 27 Tahun 2017
  • Tingkat Mutu Pelayanan
  • Indikator Lama Gangguan
  • kompensasi 35%
  • kompensasi 20%
  • menghitung biaya kompensasi
  • PT PLN
  • PT Perusahaan Listrik Negara
  • yang muda suka data
  • Indonesiabaik.id.

Infografis Terkait