Rancangan Pemindahan Ibu Kota, Apa Saja?

Yuli Nurhanisah , Oktanti Putri Hapsari

11 days ago



Indonesiabaik.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memaparkan ada empat zonasi nantinya di ibu kota yang baru. Keempat zonasi itu, yaitu kawasan inti pusat pemerintahan, kawasan Ibu Kota Negara (IKN), kawasan perluasan IKN 1, dan kawasan perluasan IKN 2.

Pertama, kawasan inti pusat pemerintahan seluas 2 ribu hektar. Kawasan yang diisi dengan istana dan kantor lembaga negara, taman budaya, dan kebun raya ini akan mulai dibangun pada 2021-2024. Kedua, kawasan ibu kota negara seluas 40 ribu hektar  yang meliputi perumahan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri; kompleks diplomatik; fasilitas pendidikan, kesehatan, dan hiburan; serta bangunan strategis milik TNI dan Polri akan dibangun di kawasan ini pada 2025-2029.

Ketiga, kawasan perluasan ibu kota negara I seluas 200 ribu hektar meliputi pembangunan taman nasional, konservasi orang utan, dan perumahan non-dinas akan mengisi kawasan ini. Keempat, kawasan perluasan ibu kota negara II seluas lebih dari 200 ribu hektar. Kawasan ini akan digunakan sebagai wilayah pengembangan dari provinsi di sekitar ibu kota. Dua kawasan perluasan ibu kota negara rencananya dibangun pada 2030-2045.

Sebagai informasi, rencana pemindahan Ibu Kota telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 edisi revisi bulan Juni 2019 Proyek ini berada dalam program prioritas nasional nomor 2.

Alokasi dana yang dibutuhkan untuk melancarkan pemindahan Ibu Kota mencapai Rp 83,8 triliun, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Swasta.



    Tag :
  • Ibu Kota Negara
  • pemindahan ibu kota
  • rancangan zonasi ibu kota
  • empat zonasi pembangunan ibu kota
  • kawasan pemerintahan
  • kawasan Ibu Kota Negara
  • kawasan perluasan
  • Kementerian PPN
  • Bappenas
  • yang muda suka data
  • Indonesiabaik.id.

Infografis Terkait