Satukan Papua Lewat Udara

Gemawan Dwi Putra , -

2 years ago



Peran transportasi udara masih sangat dominan dalam menghubungkan daerah-daerah terdalam atau terpencil di Papua. Akibatnya, biaya transportasi sangat mahal dan berpengaruh pada harga barang. Untuk itu, selain membangun infrastuktur jalan trans Papua, pemerintah juga menyediakan angkutan udara perintis.

Tahun ini, ada 195 rute penerbangan perintis yang ditawarkan kepada maskapai penerbangan. Jumlah rute berkurang dari tahun lalu yang sekitar 209 rute. Itu karena beberapa rute sudah diterbangi oleh maskapai komersial.

Meski rute berkurang, nilai subsidinya naik menjadi Rp523miliar dan subsidi khusus angkutan bahan bakar Rp43miliar. Di samping itu, ada juga subsidi untuk tol udara, yakni angkutan udara yang khusus mengangkut kargo di Papua dan Papua Barat, sebesar Rp21miliar.

Angkutan kargo udara atau tol udara yang merupakan kepanjangan dari tol laut itu baru dibuka di empat lokasi untuk disebarkan ke pedalaman. Keempat lokasi itu adalah Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Wamena di Wamena, dan Bandara Nop Goliat Dekai di Yahukimo.

Dari bandara-bandara tersebut, barang-barang kebutuhan pokok khususnya, disebarkan ke sejumlah lokasi pedalaman. Dengan demikian, tidak ada perbedaan harga antara pedalaman dengan kawasan perkotaan di Papua dan Papua Barat.



Infografis Terkait