Tahun Ini Ibadah Haji Dibatalkan, Begini Cara Ajukan Pengembalian

Yuli Nurhanisah , Abdurrahman Naufal

26 days ago


   

Indonesiabaik.id - Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441 H/2020 M. Bersamaan dengan itu, jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran (refund) pelunasan. 

Tata Cara Pengembalian Biaya Haji 2020

Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat ada 198.765 jemaah haji reguler yang melunasi Bipih 1441 H/2020 M. Adapun pengembalian dana pelunasan jemaah haji tahun 2020 bisa dilakukan sebagai berikut: 

  1. Ajukan permohonan 

Jemaah harus mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota tempat mendaftar haji. 

  1. Sertakan dokumen 

Jangan lupa, jemaah harus menyertakan beberapa dokumen dan data, meliputi:

  • Bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih

  • Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji dan memperlihatkan aslinya 

  • Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya. 

  • Nomor telepon yang bisa dihubungi. 

  1. Proses verifikasi 

Permohonan jemaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kankemenag Kab/Kota. 

  1. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat. 

  2. Tahapan berikutnya, kepala Kankemenag Kab/Kota mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi. 

  3. Kemudian, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih dan melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan jemaah haji pada aplikasi Siskohat. 

  4. Lalu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

  5. Nantinya BPS Bipih setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, segera melakukan transfer dana pengembalian setoran lunas Bipih ke rekening jemaah haji. 

  6. Pihaknya juga harus melakukan konfirmasi transfer pengembalian setoran pelunasan pada aplikasi Siskohat.



    Tag :
  • ibadah haji
  • haji dibatalkan
  • pengembalian biaya haji
  • syarat pengembalian
  • tata cara pengembalian biaya haji
  • Kemenag
  • Kementerian Agama
  • yang muda suka data
  • Indonesiabaik.id.

Infografis Terkait