Tekan Korban Jiwa Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia: Perlukah Berkeselamatan di Jalan Masuk Pendidikan?

Siap Bangun Negara , Oktanti Putri Hapsari

2 months ago



Indonesiabaik.id - Menjelang akhir tahun 2019, sejumlah kecelakaan fatal terjadi di jalan tol dengan jumlah korban jiwa yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Korlantas Polri, tercatat sebanyak 27.910 korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada 2018. Sementara di tahun 2017, ada 29.810 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Meski begitu, angka kecelakaan lalu lintas sendiri mengalami kenaikan. Di tahun 2018, angka kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 103.672 kasus. Berbeda dengan 2017 yang mencapai 101.022 kasus. Faktor kelalaian pengendara menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan 33 persen. Masalah jalan dan cuaca juga mempengaruhi dengan masing-masing sebesar 29,7 persen. Sementara sepeda motor terlibat dalam 73 persen lakalantas sepanjang tahun 2018.

Lalu bagaimana pada 2019? Korlantas Polri mencatat sebanyak 32.403 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Indonesia yang menyebabkan 6.941 kematian sepanjang paruh pertama 2019. Melihat jumlah kecelakaan lintas yang cukup besar di Indonesia, pun dari sisi jumlah korban jiwa. Untuk menguranginya, perlukah materi ‘Berkeselamatan di Jalan’ masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia?

Untuk memulainya, kita jalani dulu 10 Aturan Emas Berkendara di Jalan sesuai dengan amanat UU No.22/2009 kepada semua generasi yuk!

1. Memakai sabuk pengaman: Ini penting bagi pengendara mobil. Mengenakannya saat mengemudi maupun ketika menumpang akan membantu mengurangi risiko kematian jika terjadi kecelakaan. Berdasarkan pasal 289 UU 22/2009, alpa mengenakan sabuk pengaman bisa dikenai hukuman kurungan maksimal sebulan atau denda Rp250.000.

2. Mematuhi peraturan lalu lintas: Ini sangat penting untuk dipahami jika Anda tak ingin berurusan dengan pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian. Patuhilah agar selamat di jalan dan tidak menyusahkan diri sendiri. Tiap negara, bahkan daerah dalam satu negara, bisa memiliki aturan lalu lintas yang berbeda. Pastikan mengetahui terlebih dahulu aturan berlalu lintas yang berlaku di tempat yang hendak dikunjungi.

3. Mematuhi batas kecepatan: Ada berbagai jenis dan kegunaan jalan yang kita gunakan saat ini--kecepatan di jalan tol tentu berbeda dengan di komplek perumahan. Aturannya bisa berbeda di setiap negara tetapi, percayalah, batas kecepatan ditentukan untuk menjaga para pengguna dari kecelakaan. Sebaiknya patuhi ketentuan batas kecepatan agar Anda selamat dan tidak terjerat kasus hukum jika melanggarnya.

4. Memeriksa ban: Ban adalah salah satu peranti paling vital bagi kendaraan. Kerusakan ban saat kendaraan tengah berjalan bisa berakibat fatal. Oleh karenanya, sebelum melakukan perjalanan sebaiknya tak lupa diperiksa tekanan angin maupun kondisinya. Ban yang baik, terlebih pada musim hujan seperti saat ini, akan mendukung keselamatan Anda di jalan.

5. Memerhatikan Kebugaran: Anda pun dituntut bugar saat berkendara. Pendek kata, pastikan kondisi Anda fit, awas, dan tak dalam pengaruh obat-obatan--baik obat resmi apalagi terlarang--, juga minuman beralkohol. Sopir yang bugar akan lebih awas dan bisa mengantisipasi terjadinya insiden yang tak terduga.

6. Melindungi anak-anak di belakang saya: Anak-anak perlu perhatian lebih saat menumpang kendaraan, apalagi ketika membonceng sepeda motor. Tekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak bergerak dan selalu mematuhi yang diperintahkan oleh orang yang lebih dewasa.

7. Selalu siaga saat mengemudi: Pengemudi yang cerdas, adalah pengemudi yang dapat mengantisipasi keadaan. Termasuk dapat memperediksi pengemudi bermasalah di depan Anda ketika berkendara. Mengemudi bukan hanya perkara teknik. Seorang pengemudi yang baik juga harus paham aturan jalur berkendara dan dan menjaga jarak antarkendaraan.

8. Berhenti saat merasa lelah: Jika lelah saat berkendara, ada baiknya Anda berhenti. Istirahatlah sejenak atau bahkan tidurlah dulu jika kantuk telah terasa. Berkendara dalam kondisi tertekan, tak tenang, dan mengantuk, tentunya berpotensi membahayakan diri Anda, penumpang, dan pengguna jalan sekitar.

9. Memakai helm saat bermotor/bersepeda: Ini penting. Helm diciptakan untuk melindungi organ tubuh yang vital, yakni kepala, saat bermotor. Tentunya helm yang digunakan juga harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh regulator. Helm yang digunakan di Indonesia, harus sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait ketentuan Pasal 3 huruf (b) Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008. Kewajiban menggunakan helm SNI bagi pengendara sepeda motor diatur dalam Pasal 57 ayat (1) jo ayat (2) UU 22/2009. Jika melanggar, siap-siap dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu, sesuai dengan ketentua Pasal 291 ayat (1)

10. Berperilaku santun di jalanan: Menghormati pengguna jalan lain akan membuat perjalanan Anda menjadi lebih lancar. Bersikap santun juga membantu Anda untuk lebih sabar jika bertemu dengan pengendara yang beringas.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • kurikulum pendidikan indonesia
  • undang undang nomor 22 tahun 2009
  • undang undang lalu lintas
  • jumlah korban kecelakaan lalu lintas di indonesia
  • jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di indonesia
  • kementerian perhubungan
  • korlantas polri
  • fia

Infografis Terkait