Lihat Semua : motion_grafis

Misi TNI Ikut Menjaga Perdamaian Dunia

Dipublikasikan pada one month ago / Riset, Siap Bangun Negara / Desain, Ananda Syaifullah /   View : 524

Indonesiabaik.id   -   Indonesia tidak hanya berusaha menjaga pertahanan dan keamanan dalam negeri. Tapi Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia. Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke negara yang dilanda konflik dan berada di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut rilis Kementerian Pertahanan RI, semua itu dalam konteks PBB sebagai lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk menggalang kerja sama antarbangsa dan negara dalam memelihara perdamaian dan keamanan, mengembangkan persahabatan antarbangsa di dunia, membantu bangsa-bangsa mengurangi ketegangan, mencegah konflik, dan menghentikan peperangan.

Peran serta Indonesia dalam pengiriman pasukan TNI pada operasi pemeliharaan perdamaian merupakan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 

Konteks regulasi lainnya tentang keterlibatan TNI ada pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 bahwa salah satu tugas TNI adalah melaksanakan kebijakan pertahanan negara. Dalam hal ini, TNI diharapkan ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. 

Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI lebih mempertegas lagi bahwa salah satu tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang adalah operasi pemeliharaan perdamaian dunia. Partisipasi Indonesia ini telah memberikan bobot yang semakin baik terhadap hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif.

Tahukah SohIB jika Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara pengirim personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terbanyak. Hingga 2019, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang mengirimkan personel Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. 

Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mengirimkan personel perempuan terbanyak dalam misi perdamaian ini. Partisipasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia diapresiasi Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix.

Hingga akhir 2019, Indonesia telah berpartisipasi dalam 25 misi perdamaian PBB dan berada di posisi 8 besar negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian PBB. Hingga akhir 2019, personel TNI masih bertugas dalam delapan misi, antara lain misi UNIFIL di Lebanon; misi MONUSCO di Kongo; misi UNAMID di Darfur, Sudan; misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah; misi MINURSO di Maroko; misi UNMISS di Sudan Selatan; misi UNISFA di Abyei, Sudan; dan misi UNISMA di Mali dengan jumlah personel mencapai 2.592 orang.



Motion Grafis Terkait