Peningkatan Talasemia di Indonesia

Siap Bangun Negara , M. Ishaq Dwi Putra

one month ago


Indonesiabaik.id - Tema peringatan Hari Talasemia Sedunia tahun 2019 adalah “Akses universal dalam pelayanan kesehatan Talasemia yang berkualitas: Membangun jembatan dengan dan untuk pasien” (Universal access to quality thalassaemia healthcare services: Building bridges with and for patients). Tema ini menegaskan bahwa perlunya kita saling mendukung untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi pasien Talasemia.

Talasemia merupakan salah satu penyakit akibat kelainan genetik. Berdasarkan data terdapat sekitar 7% populasi dunia sebagai pembawa sifat Thalassaemia dengan kematian sekitar 50.000 – 100.000 anak dimana 80% nya terjadi di negara berkembang.

Indonesia sendiri merupakan negara yang berada dalam sabuk Talasemia dengan prevalensi karier Talasemia mencapai sekitar 3,8% dari seluruh populasi. Berdasarkan data dari Yayasan Thalassaemia Indonesia, terjadi peningkatan kasus Talasemia yang terus menerus sejak tahun 2012 (4896) hingga tahun 2018 (9.028). Menurut Riskesdas 2007,  8 provinsi dengan prevalensi lebih tinggi dari prevalensi nasional, antara lain Provinsi Aceh (13,4‰), DKI Jakara (12,3‰), Sumatera Selatan (5,4‰), Gorontalo (3,1‰), Kepulauan Riau (3,0‰), Nusa Tenggara Barat (2,6‰), Maluku (1,9‰), dan Papua Barat (2,2‰).

Adapun berdasarkan pembiayaan kesehatan, saat ini Talasemia menempati posisi ke 5 diantara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, kanker, ginjal, dan stroke yaitu sebesar 225 milyar rupiah di tahun 2014 menjadi 452  milyar rupiah di tahun 2015 menjadi 496 milyar rupiah di tahun 2016 menjadi 532 milyar di tahun 2017 dan sebesar 397 milyar sampai dengan bulan September 2018.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • talasemia
  • thalassemia
  • kementerian kesehatan
  • thalassaemia
  • riskesdas
  • yayasan thalassaemia indonesia

Motion Grafis Terkait