Persebaran Buta Aksara di Indonesia

Siap Bangun Negara , Ananda Syaifullah

3 months ago


Indonesiabaik.id - Penuntasan buta aksara menjadi salah satu fokus program pemerintah. Pada awal kemerdekaan tahun 1945 jumlah penduduk buta aksara mencapai 97 persen. Kini, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor empat di dunia, angka buta aksaranya hanya 2,07 persen saja. Namun, masih ada 11 provinsi yang angka buta aksaranya melebihi angka nasional. Di mana sajakah itu?

Pertama di Papua (28,75%), lalu secara berturut-turut diikuti oleh Nusa Tenggara Barat (7,91%), Nusa Tenggara Timur (5,15%), Sulawesi Barat (4,58%), Kalimantan Barat (4,50%), Sulawesi Selatan (4,49%), Bali (3,57%), Jawa Timur (3,47%), Sulawesi Tenggara (2,74%), Kalimantan Utara (2,90%), dan Jawa Tengah (2,20%).

Jumlah ini terus turun seiring upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menjalankan beragam program dan kegiatan untuk menuntaskan buta aksara. Antara lain memperkuat program pendidikan keaksaraan dengan budaya, keterampilan, dan bahasa.

”Kami melaksanakan program keaksaraan dalam dua tingkatan, yaitu keaksaraan dasar bagi warga yang masih buta aksara, dan keaksaraan lanjutan bagi yang telah menyelesaikan program keaksaraan dasar,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar, dalam jumpa pers Persiapan Peringatan HAI ke-54, di kantor Kemendikbud, Kamis (29/8/2019) seperti dilaporkan situs jpp.go.id.

Kemendikbud juga menggulirkan program-program keaksaraan dengan memperhatikan kondisi daerah, seperti program keaksaraan dasar padat aksara, program keaksaraan dasar bagi komunitas adat terpencil/khusus, program keaksaraan usaha mandiri, dan program multikeaksaraan. Selain itu, Kemendikbud melakukan pemberantasan buta aksara dengan sistem blok atau klaster, yaitu memusatkan program di daerah-daerah padat buta aksara



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • kemendikbud
  • buta aksara
  • Indonesia bebas buta aksara

Motion Grafis Terkait