Jalur Utama Distribusi Minyak Dunia
Jalur Utama Distribusi Minyak Dunia
indonesiabaik.id — Minyak dunia tidak bergerak sembarangan. Di balik distribusi energi global, terdapat jalur-jalur utama yang menjadi tulang punggung perdagangan minyak dunia. Jalur ini dikenal sebagai oil transit chokepoints, yaitu titik sempit strategis yang dilalui sebagian besar arus minyak global.
Berdasarkan data Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (Energy Information Administration/EIA) pada paruh pertama 2025, total volume minyak yang melewati jalur-jalur ini mencapai sekitar 79,8 juta barel per hari. Angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran chokepoints dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia.
Beberapa jalur bahkan mendominasi arus perdagangan minyak global. Selat Malaka menjadi yang paling sibuk dengan volume mencapai 23,2 juta barel per hari, diikuti oleh Selat Hormuz sebesar 20,9 juta barel per hari. Keduanya merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan produsen dan konsumen energi terbesar di dunia.
Selain itu, terdapat jalur penting lainnya seperti Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) dengan 9,1 juta barel per hari, serta Selat Denmark, Terusan Suez dan Pipa SUMED, yang masing-masing mencatat sekitar 4,9 juta barel per hari.
Jalur strategis lain seperti Bab el-Mandeb, Selat Turki, dan Terusan Panama juga berkontribusi signifikan terhadap distribusi minyak global.