Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Yuli Nurhanisah , Chyntia Devina

23 days ago



Indonesiabaik.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi membuat pemerintah menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebagai solusi alternatif untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana, termasuk mitigasi bencana karhutla. TMC sebagai bentuk intervensi manusia pada pembentukan hujan untuk pertama kalinya dimanfaatkan pemerintah Indonesia pada 1997.

TMC dilakukan dengan menginjeksikan bahan semai (seeding agent) ke dalam awan. Pada lapisan tinggi, uap air pada udara yang lembap mengembun pada inti kondensasi menjadi tetes awan yang sangat kecil dan kumpulannya terlihat sebagai bentuk awan.

Secara alami, inti kondensasi banyak terdapat di atmosfer. Melalui proses di dalam awan dan didukung entrainment uap air yang terus-menerus dari lingkungan di bawah dasar awan, awan berkembang menjadi besar membentuk awan hujan dan kemudian menghasilkan hujan.

Saat terjadi kebakaran hutan, atmosfer hanya mengandung sedikit uap air, sedangkan biomassa yang terbakar menyebabkan jumlah inti kondensasi di atmosfer sangat besar. Terjadi kompetisi perebutan uap air sehingga awan sulit terbentuk.

TMC akan mengoptimalkan awan agar dipercepat menjadi hujan. Hanya hujan yang mampu membilas asap dan mengembalikan cuaca menjadi normal kembali. TMC yang berkembang di dunia ialah dengan penyemaian awan yang dilakukan di udara (menggunakan pesawat terbang) serta modifikasi yang dilakukan dari darat (dengan menggunakan generator pembangkit bahan semai). Penyemaian menggunakan pesawat udara dinilai lebih efektif.



    Tag :
  • kebakaran hutan dan lahan
  • karhutla
  • teknologi modifikasi cuaca
  • TMC
  • solusi penanganan karhutla
  • solusi alternatif karhutla
  • proses teknologi modifikasi cuaca
  • langkah TMC
  • Kemensos
  • Kementerian Sosial
  • yang muda suka data
  • Indonesiabaik.co.

Infografis Terkait