Lihat Semua : infografis

Peribahasa, Refleksi Budaya Nusantara


Dipublikasikan pada 7 months ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, M. Ishaq Dwi Putra /   View : 2.048


Indonesiabaik.id - Salah satu cara komunikasi masyarakat Melayu yaitu menitikberatkan kesantunan bahasa, tidak suka melepaskan niat sebenarnya dan perasaan tidak puas hati secara terang-terangan, yakni dengan peribahasa.

Mengenal Peribahasa

Tahukah kamu? peribahasa berawal berupa dongeng-dongeng ataupun petuah-petuah yang berfungsi sebagai salah satu alat penertib masyarakat dan sebagai cara pandang suatu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sendiri, untuk setiap suku yang mempunyai bahasa sendiri juga punya peribahasa atau petuah yang telah diwariskan dengan bahasanya masing-masing.

Jenis Peribahasa

Peribahasa merupakan pernyataan yang berupa emosi, yakni melalui ungkapan tersurat, untuk menggambarkan emosi, kecewa atau pernyataan ketidakmampuan.

Jika merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa merupakan kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu seperti misalnya perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip dan pedoman hidup, aturan tingkah laku hingga pemberi nasihat.

Contoh Peribahasa

  • Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga.

Artinya: jika sudah ditakdirkan berjodoh, ke mana pun mereka pergi akan bertemu juga.

  • Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahu.

Artinya: tidak ada seorang pun yang tahu isi hati orang lain.

  • Bagai pungguk merindukan bulan

Artinya: Cinta yang tidak terbalaskan.

  • Mulut manis jangan dipercaya, lepas dari tangan jangan diharap

Artinya: Jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang demikian tidak dapat diharapkan kembali

  • Jangan dilepaskan tangan kanan sebelum tangan kiri berpegang

Artinya: Jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru

  • Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Artinya: Seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

  • Kerbau punya susu, sapi punya nama

Artinya: Seseorang yang berbuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian



Infografis Terkait