indonesiabaik.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara cepat dan terpadu.Â
Selain upaya pemadaman dari darat dan udara, pemerintah juga memanfaatkan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurangi dampak kebakaran.
OMC merupakan teknologi rekayasa cuaca yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan hujan di wilayah tertentu. Prosesnya diawali dengan pemantauan titik panas melalui satelit dan laporan lapangan, kemudian dilakukan penentuan lokasi penyemaian awan.
Selanjutnya, bahan semai seperti garam atau natrium klorida (NaCl) disebarkan ke awan potensial menggunakan pesawat khusus. Penyemaian ini bertujuan mendorong terbentuknya hujan di area target.
Hujan yang turun dapat membantu membasahi lahan, meningkatkan kelembapan, serta mendukung upaya pemadaman api secara alami. Sejumlah wilayah rawan karhutla, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang mencatat jumlah titik panas tinggi, menjadi prioritas pelaksanaan OMC.
Melalui pemanfaatan teknologi rekayasa cuaca, OMC menjadi salah satu upaya untuk memperkuat penanganan karhutla. Teknologi ini melengkapi berbagai langkah pencegahan dan pemadaman agar kebakaran dapat dikendalikan serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.