Waspada Leptospirosis, Ancaman Penyakit Pascabencana Banjir dan Longsor
Loading...
  • 9 bulan lalu
  •  Penulis : Yuli Nurhanisah
  •  Design : BP
  •  Editor : Ananda Syaifullah
  •  Publisher : Yuli Nurhanisah
  •   726 dilihat

indonesiabaik.id- Bencana banjir dan tanah longsor tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga ancaman kesehatan bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang kerap muncul pascabencana adalahĀ leptospirosis.Ā 

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di lingkungan yang tergenang air dan lumpur.

Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteriĀ Leptospira. Bakteri ini berasal dari urine atau kencing hewan, seperti tikus, kucing, anjing, dan hewan lainnya. Dalam kondisi lingkungan pascabencana, bakteriĀ Leptospira dapat dengan mudah mencemari air, tanah, maupun lumpur.

Risiko Penularan Leptospirosis

Penularan leptospirosis dapat terjadi melalui:

  • Air, lumpur, atau tanah yang terkontaminasi
  • Makanan atau minuman yang tidak higienis
  • Kontak langsung kulit yang terluka dengan lingkungan tercemar

Kondisi tersebut umum ditemukan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, sehingga risiko penularan menjadi lebih tinggi.

Gejala dan Tanda Klinis Leptospirosis

Gejala leptospirosis perlu dikenali sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Beberapa tanda klinis yang sering muncul, antara lain:

  • Demam mendadak hingga 38,5°C
  • Tubuh terasa lemah
  • Kulit dan mata menguning
  • Sakit kepala
  • Mata merah
  • Nyeri otot, terutama di bagian betis

Jika mengalami gejala tersebut setelah terpapar lingkungan pascabencana, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah Pencegahan Leptospirosis

Pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penularan leptospirosis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi
  • Memastikan kebersihan air sebelum dikonsumsi
  • Menggunakan sepatu karet berukuran tinggi dan sarung tangan karet, terutama bagi kelompok kerja berisiko
  • Membersihkan rumah, kantor, atau gedung dengan cairan desinfektan
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas