Lihat Semua : videopendek

Tim Pendamping Keluarga untuk Turunkan Angka Stunting Keluarga Indonesia


Dipublikasikan pada one month ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Nurhalimah Syafira / Desain : Randita Amalia /   View : 243

indonesiabaik.id - Berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6%  per tahun dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021. 

Sebanyak 21,9 juta keluarga Indonesia berisiko stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengerahkan Tim Pendamping Keluarga.

BKKBN Tergetkan Penurunan Angka Stunting

Dalam upaya penargetan penurunan angka Stunting di Indonesia, BKKBN mengerahkan sebanyak 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK). SohIB perlu tahu nih tugas dari personil TPK, yaitu melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan pemberi bantuan sosial. Alhasil, dengan adanya upaya penargetan penurunan tersebut, angka penurunan Stunting di Indonesia menurun sebanyak 14%.

Bagaimana TPK Menjalankan Tugasnya?

Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan datang ke rumah para keluarga berisiko Stunting untuk melakukan pemutakhiran verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting serta melakukan proses KIE (komunikasi, Informasi, Edukasi). 

Prevalensi Stunting Indonesia Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Saat ini, Prevalensi stunting di Indonesia lebih baik dibandingkan Myanmar (35%), tetapi masih lebih tinggi dari Vietnam (23%), Malaysia (17%), Thailand (16%) dan Singapura (4%).

Ayo SohIB, mari cegah angka kenaikan stunting untuk mewujudkan keluarga Indonesia sehat dan sejahtera dengan menjalankan program pemerintah!