Lihat Semua : infografis

#BeraniBersatu, Warisi Api Sumpah Pemuda


Dipublikasikan pada 6 years ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Edy Pang / Desain : Abror Fauzi /   View : 3.332


Indonesiabaik.idDi Kongres Pemuda II, pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Mohammad Yamin dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena dari Ambon? Atau membayangkan seorang Katjasungkana dari Madura dapat bertemu dengan Lefrand Senduk dari Sulawesi? Dan bukan hanya bertemu, mereka berdiskusi, bertukar pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-Indonesiaan.

Padahal, jarak antara Sawah Lunto dengan Kota Ambon, lebih dari 4.000 kilometer.Hampir sama dengan jarak antara Kota Jakarta ke Kota Shanghai di China. Belum lagi sarana transportasi umum saat itu, masih mengandalkan kapal laut. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai ke kota mereka. Pun dengan alat komunikasi yang masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos, di mana surat hari ini dikirim, baru satu atau dua bulan kemudian tiba di alamat tujuan.

Belum lagi kalau kita berbicara tentang perbedaan agama dan bahasa serta budaya. Para pemuda yang berkumpul waktu itu memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Inilah yang kita sebut dengan: “Berani Bersatu”.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.”

Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia karena pada Juli 2017 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

Melalui Perpres ini, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus kita gelorakan. Bersama Pemerintah Daerah, organisasi kepemudaan dan sector swasta, kita bergandengan tangan, bergotong-royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Saat kita Berani Bersatu untuk Kemajuan dan Kejayaan Indonesia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89

#BeraniBersatu



Infografis Terkait