Lihat Semua : infografis

Profil Penerima Gelar Pahlawan Nasional: Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Yuli Nurhanisah / Desain : Chyntia Devina /   View : 529


Indonesiabaik.id   -   Selama delapan tahun menghadapi Raden Mattaher Belanda telah banyak kehilangan personel pasukannya, senjata, amunisi, kapal, jukung, logistic dan anggaran belanja. Untuk menghentikan kehancuran lebih parah dan mengakhiri perlawanan Jambi, tidak ada cara lain kecuali menangkap Raden Mattaher dalam keadaan hidup ataupun mati. 

Maka pada tahun 1907 Belanda mendatangkan bantuan pasukan khusus Marsose dari Batavia, Ambon, dan Palembang. Pengejaran dilakukan ke seluruh penjuru daerah yang diduga menjadi tempat pertahanan Raden Mattaher. Segala cara ditempuh tetapi masih juga belum berhasil. Raden Mattaher sendiri sudah merasa kewalahan untuk bisa lolos karena penjagaan sudah begitu rapat di seluruh daerah Jambi. 

Para pengikutnya membujuk agar Raden Mattaher meloloskan diri ke Batu Pahat, Malaysia, tetapi Raden Mattaher selalu menolak, dan kukuh, bahkan bersumpah akan melawan Belanda sampai tetes darah penghabisan. Taktik intelijen yang canggih dari pihak Belanda akhirnya berhasil mengendus keberadaan Raden Mattaher, yaitu di rumah kerabatnya di dusun Muaro, Jambi. Belanda mengepung dusun itu selama 4 hari. 

Dalam keadaan genting seperti itu, Belanda masih berupaya membujuk Raden Mattaher agar menyerah. Tetapi Raden Mattaher tidak menggubrisnya. Akhirnya jalan perang ditempuh. Baku tembak tidak terhindarkan sampai akhirnya Raden Mattaher bersama seorang saudara laki-laki dan 5 pengikutnya tewas. Peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 1907. 

Berita tentang ini adalah kemenangan besar bagi Belanda dan tentu saja keprihatinan dan duka bagi rakyat Jambi. Tewasnya Panglima Raden Mattaher menandai berakhirnya perang Jambi selama 8 tahun. Perlawanan Jambi selanjutnya berubah strategi, dari pendekatan militer ke pendekatan politik melalui organisasi pergerakan, yakni Sarekat Islam dan Sarekat Merah.



Infografis Terkait