Lihat Semua : videografis

Indonesia Minta Agresi Israel ke Palestina Dihentikan


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Alfin Ardian /   View : 469

indonesiabaik.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta dengan tegas agar agresi yang dilakukan oleh Israel ke Palestina segera dihentikan.

Hentikan Agresi Israel

Agresi yang dilakukan Israel terhadap Palestina hingga kini telah menimbulkan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Untuk itulah, agresi oleh Israel ke Palestina segera harua segera dihentikan.

Perkembangan situasi di Palestina merupakan salah satu isu global yang terus menjadi perhatian. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, Presiden Jokowi intens berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara sahabat.

Desak PBB Ambil Langkah

Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa tindakan Israel mengusir warga Palestina dari Syekh Jarrah, Yerusalem Timur dan menyerang warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa merupakan tindakan yang tidak dapat dibiarkan.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa secara jelas Indonesia mengutuk tindakan Israel tersebut. Tak hanya itu, posisi Indonesia dalam hal ini juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran yang terus dilakukan oleh Israel. Melalui Presiden, Indonesia menyatakan akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Bentuk Dukungan Indonesia

Indonesia terus berusaha semaksimal mungkin di semua lini untuk membantu rakyat Palestina. Salah satunya lewat Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP). Sebuah komite di Majelis Umum PBB yang dibentuk tahun 1975 dengan mandat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak kemerdekaan Palestina.

Kini, Indonesia adalah salah satu negara anggota Biro dan memangku jabatan Wakil Ketua dalam Komite tersebut.

Tak berhenti beri dukungan sampai di PBB, Indonesia juga mengusulkan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB) untuk dapat segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas ini.



Videografis Terkait