Lihat Semua : infografis

Bagaimana Kondisi Laut di Kedalaman 800-an Meter?


Dipublikasikan pada 14 days ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, Ananda Syaifullah /   View : 174


indonesiabaik.id - Dalam tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402, bagian badan kapal selam ditemukan di kedalaman 838 meter. Bagaimanakah kondisi air laut sedalam itu?

Kedalaman Laut

Menurut Laboratorium Lingkungan Kelautan Pasifik milik Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (PMEL NOAA), kedalaman laut rata-rata adalah 12.566 kaki atau sekitar 3.800 meter. Sementara laut terdalam sejauh ini tercatat berada di kedalaman 36.200 kaki atau 11.000 meter.

Disebutkan pula, bahwa kedalaman laut juga akan dipengaruhi tekanan hidrostatis yang dirasakan berbeda-beda oleh setiap makhluk. Tekanan hidrostatis akan meningkat seiring bertambahnya kedalaman yang diukur dari permukaan zat cair, akibat adanya gaya gravitasi.

Semakin Dalam Semakin Besar Tekanan

PMEL NOAA mencoba membandingkan tekanan dalam istilah atmosfer (atm). Adapun 1 atm sama dengan berat atm bumi di permukaan laut atau sekitar 14,6 pon per inci persegi.

Tekanan air hidrostastis akan meningkat sekitar 1 atm untuk setiap 10 meter kedalaman air. Jika tekanan udara dari permukaan laut adalah 1 atm, maka tekanan di kedalaman 838 meter seperti yang dilaporkan posisi KRI Nanggala-402 adalah 83,3 atm.

Sementara, paru-paru tanpa alat bantu manusia hanya mampu menahan tekanan hingga maksimal 3 - 4 atm atau kedalaman 30 - 40 meter.

Kedalaman 332 meter disepakati sebagai batas terdalam para scuba menyelam, seperti yang berhasil dilakukan oleh Ahmed Gabr pada 2014. Batas itu juga sebagai penanda keadaan cahaya mulai benar-benar gelap yang menandakan bahwa keadaan di bawah sana sangat dingin.

Kondisi Kedalaman Laut

Melansir PMEL NOAA, dikatakan saat mulai masuk kedalaman 200 meter, semua cahaya mulai hilang dan suhu turun drastis. Pada kondisi ini, laut benar-benar hitam. Cahaya mungkin hanya berasal dari bakteri dan hewan yang menghasilkan cahaya.

Memasuki kedalaman hingga 1000 meter, cahaya matahari sudah tidak dapat masuk, yang ada hanyalah gelap sebagai tanda keadaan bawah laut benar-benar sangat dingin.

Hal itu juga yang menjadi salah satu alasan kenapa awak kapal selam KRI Nanggala-402 tidak dapat begitu saja keluar dari kapal selam. Berenang di laut pada kedalaman 850 dinilai sebagai hal yang tidak mungkin bagi manusia.



Infografis Terkait