Lihat Semua : infografis

Berbahaya: Menyemprot Cairan Disinfektan Langsung ke Tubuh


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Chyntia Devina /   View : 4.426


Indonesiabaik.id   -   Salah satu rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pencegahan virus corona  adalah dengan penyemprotan cairan disinfektan. Dalam situs resminya, whoi.int, memberikan formula membuat disinfektan mandiri dengan bahan yang tersedia di rumah tangga, yakni alkohol dan sodium hipoklorit atau cairan pemutih.

Menurut WHO, cairan disinfektan bisa membunuh bakteri dan virus dalam rentang 10-60 menit setelah penyemprotan dilakukan. Hal ini karena efek kandungan klorin dalam cairan pemutih.
Formula disinfektan ala WHO kemudian digunakan publik secara meluas untuk membersihkan lingkungan rumah. Namun, dalam praktiknya masyarakat tak hanya menyemprot disinfektan ke ruangan atau benda, tapi juga ke badan atau anggota tubuh.

Mengenai praktik tersebut yang semakin meluas di kalangan masyarakat, WHO kemudian menegaskan, bahwa menyemprot cairan disinfektan ke sekujur tubuh tak akan membunuh virus corona. Karena virus tersebut telah masuk ke dalam tubuh, sementara cairan disinfektan hanya sampai di luar tubuh. Disinfektan hanya membunuh virus yang berada di permukaan benda.

Justru, menyemprot bahan-bahan kimia itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti mata atau mulut. Bahkan, cairan disinfektan yang mengandung klorin ke tubuh bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Penggunaan alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan, tetapi hanya digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya.



 

Mengenal Klorin, Zat yang Terkandung Dalam Cairan Disinfektan

Klorin (Cl2) adalah senyawa kimia nomor 17 dalam tabel periodik dan tergolong kelompok halogen. Klorin berfungsi untuk sterilisasi air minum, disinfeksi kolam renang, dan untuk keperluan industri manufaktur.

Meskipun Klorin punya banyak manfaat dan lazim digunakan dalam kebutuhan rumah tangga, tapi memiliki efek samping berbahaya karena mengandung racun. Dalam kadar tinggi, klorin bisa meracuni manusia.

Kemungkinan Bahaya Akibat Klorin

  • Paparan klorin melalui udara bisa memengaruhi saluran pernapasan. 

  1. Dalam kadar rendah akan mengakibatkan iritasi, sakit tenggorokan dan batuk. 

  2. Dalam kadar tinggi bisa mengakibatkan dyspnea atau sesak napas karena tidak terpenuhinya pasokan oksigen ke paru-paru

 

  • Di kulit dan mata, klorin bisa menyebabkan iritasi. 

  1. Dalam kadar rendah adalah gatal-gatal dan kemerahan. 

  2. Dalam kadar tinggi bisa mengikis cairan mata dan lapisan kulit yang bisa berakibat penyakit lebih serius.

Yuk SohIB, lawan virus corona dengan cara yang tepat.



Infografis Terkait