Ini Dia Bahan Alternatif Pengganti Bahan Perusak Ozon

Siap Bangun Negara , M. Ishaq Dwi Putra

24 days ago



Indonesiabaik.id - Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa, beriklim tropis dan memiliki suhu udara yang cukup tinggi sepanjang tahun. Kondisi udara yang panas menyebabkan tidak nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas, sehingga banyak yang kemudian menggunakan pendingin ruangan (Air Conditioning) untuk mengatur suhu udara dalam keadaan lebih dingin. Ditambah lagi dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat Indonesia, maka penggunaan Air Conditioning (AC) bukan lagi dianggap sebagai barang mewah.

Dibalik dari penggunaan AC yang membuat rasa nyaman bagi manusia, tahu kah bahwa AC juga memberikan kontribusi dalam merusak lingkungan ketika tidak dilakukan perawatan yang baik dan benar?

Bahan pendingin AC pada awalnya menggunakan CFC (Chlorofluorocarbon), yang memiliki unsur klorin (Chlor), florin (Fluoro) dan karbon (Carbon) dan bersifat sangat stabil sehingga dapat mencapai lapisan stratosfer. Di lapisan stratosfer terdapat ozon (O3) yang memiliki peranan penting karena mampu menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet-B (UV-B) dari matahari, sehingga hanya sejumlah kecil yang lolos dan sampai ke permukaan Bumi. Dengan keberadaan senyawa kimia buatan manusia yang mengandung berbagai kombinasi elemen kimia klorin, florin, bromin, karbon, dan hidrogen yang sering disebut halokarbon di lapisan stratosfer, maka terjadilah reaksi dengan ozon yang kemudian menyebabkan penguraian sehingga jumlah ozon mengalami penurunan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim selaku National Focal Point mempersiapkan langkah – langkah Pemerintah Indonesia meratifikasi Amandemen Kigali yang merupakan penyempurnaan Protokol Montreal. Dengan ratifikasi amandemen ini nanti Indonesia akan sepakat mendukung perlindungan atas lapisan Ozon dengan pengaturan tentang pengurangan konsumsi Bahan Perusak Ozon (BPO) berupa Hydroflorokarbon (HFC) yang merupakan bahan pengganti dari Hydrochlorofluorocarbon (HCFC).

Kesuksesan Protokol Montreal dalam menurunkan konsumsi BPO telah sangat signifikan dicapai, termasuk kontribusi Indonesia yang telah menurunkan konsumsi BPO, khususnya jenis HCFC dari tahun 2013 sampai 2018 sebesar 124,36 ODP (Ozone Depleting Substances) Ton. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengganti BPO jenis HCFC dengan bahan alternatif yang lebih ramah ozon dan juga ramah terhadap perubahan iklim yang kita kenal sebagai BROCCOLI (bebas bromin, chlorin dan pro-climate).

Berdasarkan Amandemen Kigali untuk kelompok negara berkembang Grup 1, dimana Indonesia termasuk dalam kelompok tersebut, ditetapkan target penurunan konsumsi HFC adalah freeze pada tahun 2024, kemudian berlanjut dengan penurunan 10% dari baseline pada tahun 2029, 30% dari baseline pada tahun 2035, 50% dari baseline pada tahun 2040, dan 80% dari baseline pada tahun 2045. Target penghapusan tersebut dapat dicapai dengan adanya alih teknologi pada sektor industri manufaktur maupun servicing.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • ozon
  • bahan perusak ozon
  • kementerian lingkungan hidup dan kehutanan
  • dampak perubahan iklim
  • dampak pemanasan global
  • ditjen ppi kemenlhk

Infografis Terkait