Lihat Semua : infografis

Perempuan jadi Pengusaha, Kenapa Tidak?


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Chyntia Devina /   View : 4.303


Indonesiabaik.id   -   Kesetaraan gender di zaman yang semakin maju, telah membukakan banyak peluang besar bagi perempuan untuk melakukan apa yang mereka sukai, termasuk memilih untuk jadi seorang pengusaha.

Di era digital sekarang ini, bekerja bisa dilakukan dengan berbagai bentuk dan aktivitas yang beragam. Salah satu aksi nyatanya adalah perempuan pengusaha atau usaha bisnis. 

Menurut data Global Entrepreneurship Monitor tahun 2014, dari populasi 85 juta jiwa perempuan usia produktif di Indonesia, 26 persen di antaranya merupakan pengusaha aktif. Laporan itu juga menyebutkan, sebanyak 36 persen dari total perempuan Indonesia pada usia kerja lebih memilih untuk menjadi pengusaha. Mayoritas pengusaha perempuan tersebut bergerak di sektor informal, atau pada sektor semi formal.

Apa saja tantangan yang dihadapi para perempuan berbisnis?

  1. Prasangka Sosial Terhadap Pengusaha Perempuan

Di satu sisi, konstruksi sosial sudah terbentuk, yang mengatakan kalau dunia wirausaha hanya cocok untuk pria karena tangguh, hidup keras, dan maskulin. Wanita dirasa terlalu lemah untuk bisa bertahan, apalagi bersaing dengan pria. Hal tersebut perlu dibuang jauh-jauh. 

Perempuan sebenarnya punya banyak keahlian yang tidak dimiliki pria. Misal dalam pengambilan keputusan, wanita cenderung tidak terburu-buru, mempertimbangkan pilihannya, kemampuan multitasking dan perhatian terhadap detail serta kemampuan menjalin relasi bisnis.

  1. Ketakutan Memulai

Sebagai perempuan yang baru memulai usahanya, apalagi jika dilakukan sendiri, wajar jika muncul ketakutan untuk gagal. Kesuksesan itu tidak melihat gender, kok. 

Kamu bisa meyakinkan kemampuan dirimu dengan cerita motivasi, seperti ikut dalam acara seminar yang pembicaranya pengusaha perempuan, atau mulai perbanyak koneksi dengan gabung pada komunitas pengusaha perempuan, seperti HerStory, Womenpreneur, dan Komunitas Srikandi.

  1. Keterbatasan Pengetahuan Berbisnis

Kurangnya pengetahuan berbisnis jangan jadikan hambatan kamu berkarir ya! Kamu bisa mulai dengan sederhana, misalnya cari referensi dari internet dan baca buku tentang kiat berbisnis. Untuk cara yang lebih efektif, ikuti seminar dan lokakarya bisnis, agar kamu bisa belajar bisnis langsung dari ahlinya. Bisa juga belajar bisnis dengan bergabung dengan jejaring wirausahawan, ikut forum bisnis, dan kursus.

  1. Terhambat Dana Modal

Terbatasnya pendanaan saat memulai usaha bisnis memang masalah bagi banyak orang. Eits, tidak perlu pusing, berbagai cara untuk dapatkan modal bisa kamu lakukan, seperti menggunakan uang tabungan, menjual aset, menggadaikan aset, atau mengajukan kredit ke bank.

  1. Harus Lanjut Berbisnis atau Peran Keluarga

Kenapa harus memilih salah satu? Kalau bisa memilih dua-duanya, kenapa tidak?

Dilema semacam ini yang selalu menjumpai kaum perempuan, yaitu stereotip perempuan dicap hanya akan berakhir di dapur dan mengurus rumah. Kalau bisa setara, kenapa tidak? R.A Kartini telah berjuang menyetarakan hak yang sama untuk perempuan. Mengejar cita-cita tak terbatas pada peran sosial. Perempuan masih bisa bekerja bisnis meskipun sudah menikah, melayani suami dan mengurus anak.

Saatnya kamu bersinar dan tunjukkan bahwa terlahir perempuan tidak akan mematikan langkahmu mengejar mimpi dan cita-citamu, kamu bisa terus melangkah tanpa ragu untuk hal yang kamu sukai, salah satunya jadi pengusaha perempuan sukses.

Selamat hari Kartini, untuk para perempuan hebat Indonesia.



Infografis Terkait