Sifat Remaja Bisa Tumbuhkan Perilaku Berisiko

Siap Bangun Negara , Chyntia Devina

one month ago



Indonesiabaik.id - Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa sifat dan perilaku berisiko pada remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan remaja termasuk pelayanan untuk kesehatan reproduksi. Mengapa?

Ya, menurut WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah.

Ditambahkan bahwa jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18 persen dari jumlah penduduk. Di dunia diperkirakan kelompok remaja berjumlah 1,2 miliar atau 18 persen dari jumlah penduduk dunia (WHO, 2014).

Dijelaskan pula bahwa masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang.

Namun apabila keputusan yang diambil oleh remaja dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka dapat terjatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial. Karena itu mereka membutuhkan pelayanan untuk kesehatan reproduksi.

Kesehatan reproduksi sendiri adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecatatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Ruang lingkup pelayanan kesehatan reproduksi menurut International Conference and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi, pencegahan dan penanganan infertilitas, kesehatan reproduksi usia lanjut, deteksi dini kanker saluran reproduksi serta kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, sunat perempuan dan sebagainya.



    Tag :
  • infografis
  • yang muda suka data
  • infodatin kesehatan reproduksi remaja
  • bkkbn
  • sdki 2017
  • penderita hiv di indonesia
  • penderita aids di indonesia
  • perilaku seksual remaja Indonesia
  • perilaku pacaran remaja
  • hubungan seksual

Infografis Terkait