Lihat Semua : infografis

SI Ce-PAD


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Abdurrahman Naufal / Desain : Abdurrahman Naufal /   View : 738


Indonesiabaik.id   -   Keadaan pandemi yang serba sulit tidak menyurutkan semangat para ahli dalam berinovasi, justru kian mendorong lembaga pendidikan, khususnya, yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia bersinergi menciptakan peluang-peluang besar dalam hal teknologi.

 

Universitas Padjadjaran (Unpad), salah satunya. Pihaknya kembali berkontribusi dalam pencegahan pandemi virus corona (Covid-19) di Jawa Barat dengan memproduksi alat rapid test yang diklaim lebih cepat sekitar 20 menit dan akurat dalam mendeteksi penyakit.

 

Alat medis yang diproduksi para ilmuwan dari fakultas Pusat Riset Bioteknologi Molekuler dan BionIformartika atau PRBMB Unpad tersebut dinamakan Deteksi Cepad.

 

Kepala PRBMB Unpad, Muhammad Yusuf mengungkapkan, alat rapid test terbaru ini bisa lebih cepat karena mendeteksi langsung antigen dari orang yang menunjukan gejala terinfeksi suatu penyakit dibanding alat rapid test konvensional yang mendeteksi antibodi.

 

Pihaknya terus mengembangkan inovasi alat pengetesan COVID-19 Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0 yang penamaannya dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Koordinator Peneliti Rapid Test COVID-19 Unpad dari Fakultas MIPA, Muhammad Yusuf, di Gedung Sate Bandung, Kamis (25/06), mengatakan perbedaan Deteksi CePAD dengan tes cepat (rapid test) yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi.

 

Pihak Unpad mengklaim bahwa perbedaan Deteksi CePAD dengan tes cepat (rapid test) yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi. Adapun rapid test COVID-19 yang umum mendeteksi antibodi dan Deteksi CePAD ini mendeteksi antigen sehingga deteksi CePAD dapat mendeteksi virus lebih cepat karena tidak perlu menunggu pembentukan antibodi saat tubuh terinfeksi virus.



Infografis Terkait