Lihat Semua : infografis

Percepat Infrastruktur 5 KSPN Super Prioritas


Dipublikasikan pada 6 months ago / Riset, Siap Bangun Negara / Desain, Ananda Syaifullah /   View : 522


Indonesiabaik.id   -   Pemerintah berupaya keras untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo di mana dikembangkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau yang juga dikenal dengan 10 “Bali Baru”, telah ditetapkan lima KSPN dengan status prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado Bitung-Likupang.

Pada tahun ini, Kementerian PUPR sudah menganggarkan sekitar Rp5,2 triliun untuk pembangunan infrastruktur di lima KSPN Super Prioritas tersebut. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan dukungan infrastruktur akan selesai pada akhir 2020 dan terlebih dulu difokuskan pada 5 KSPN Prioritas. Sedangkan untuk infrastruktur 5 KSPN lain dimulai 2021.

Ya, pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio tak lagi membuat target muluk jumlah wisatawan berkunjung ke Indonesia. Tapi sebaliknya, menyasar segmen wisatawan premium atau yang berkualitas dengan tingkat pengeluaran yang lebih tinggi. Diharapkan, itu bisa tetap menggenjot penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata.

Selama ini, pengembangan pariwisata cenderung ditekankan pada kuantitas dengan target bisa mendatangkan sebanyak-banyaknya wisman. Bahkan pada 2020, sempat ditargetkan pariwisata Indonesia bisa mendatangkan 20 juta wisman. Padahal dampak pariwisata massal kerap kali mendatangkan kerugian dari sisi kerusakan alam dan lingkungan. "Dari jumlah turis sebanyak itu, bayangkan berapa jumlah sampah yang harus kita tangani," kata Wishnutama.

Menteri menjelaskan pengeluara wisman yang berkunjung di Indonesia kira-kira USD1.220, sementara di Selandia Baru hampir USD5.000 per kedatangan. Artinya, kualitas wisatawan yang datang ke Selandia Baru lebih tinggi, walaupun jumlah wisatawannya cuma empat juta, jauh lebih sedikit dibanding yang berkunjung ke Indonesia.

Data Kementerian Pariwisata pada Februari 2018 menyebutkan, pengeluaran (spending) turis asing Timteng per orangnya mencapai USD1.918 per kunjungan. Jumlah ini mengalahkan wisatawan dari Eropa sebesar USD1.538 per turis asing per kunjungan. Sementara itu, wisatawan dari Tiongkok yang mengeluarkan USD1.019 tiap turis asingnya per kunjungan. Jika diurutkan berarti tiga besar turis asing yang mengeluarkan uang paling banyak saat berwisata ke Indonesia ialah Timur Tengah, Eropa, lalu Tiongkok.  

"Wisman yang datang ke Indonesia per tahun lebih banyak, tetapi pengeluaran lebih sedikit. Meningkatkan kualitas wisatawan yang datang ke Indonesia itu lebih penting, sehingga pengeluaran mereka pada saat di Indonesia lebih tinggi," ujar Wishnutama.

 

Untuk mendukung perolehan devisa dari sektor pariwisata, Kabinet Indonesia Maju di bawah Presiden Jokowi telah menggagas pengembangan lima Destinasi Superprioritas “Bali Baru”, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Pembangunan infrastruktur untuk mendukung akses dan amenitas di destinasi tersebut pun ditargetkan rampung pada 2020.

Presiden Joko Widodo mendukung penuh usaha ini. Pemerintahnya siap menggelontorkan  anggaran besar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Sebab, diyakini anggaran promosi pariwisata akan mendongkrak perolehan devisa dari sektor ini.

Beberapa di antara dukungan infrastruktur tersebut telah memasuki tahap lelang pada Desember 2019. Diharapkan, mulai konstruksi pada Februari 2020, seperti penataan Kampung Ulos Hutaraja di KSPN Danau Toba senilai Rp 42,3 miliar.

Selanjutnya ada peningkatan jalan dan trotoar di Jalan Soekarno Hatta Atas - Jalan Soekarno Bawah - Jalan Pede di KSPN Labuan Bajo dengan biaya Rp 181 miliar. Penataan Kawasan Pantai Paal di KSPN Manado Bitung - Likupang dengan biaya Rp 96 miliar juga dimulai Februari 2020.

Penataan lain yang akan memasuki tahap lelang diantaranya penggantian Jembatan Tano Ponggol di KSPN Danau Toba sepanjang 450 meter pada Maret 2020 dan pengembangan Kawasan 3 Gili di KSPN Mandalika pada Juni 2020 dengan biaya Rp 70 miliar.

"Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.



Infografis Terkait