Pulang Ibadah Haji, Kenapa Dapat Gelar Haji?
indonesiabaik.id- Setiap kali ada orang pulang dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah haji, kita sering dengar namanya berubah jadi “Haji” untuk pria atau “Hajjah” untuk wanita. Misalnya:
- Haji Andre Taulany
- Hajjah Yuli Hanisa
Kenapa ada panggilan gelar haji seperti ini ya? Yuk kita bahas.
Panggilan Gelar Haji
Menurut Kementerian Agama dan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), panggilan "haji" punya makna yang cukup dalam, baik dari sisi agama maupun budaya.
Gelar haji/hajjah diberikan sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan pengorbanan untuk mereka yang sudah menunaikan ibadah dengan penuh perjuangan karena haji itu tidak gampang: mahal, jauh, dan penuh tantangan.
Mungkin saja kamu setuju bahwa pada era modern seperti sekarang, dengan kemajuan teknologi dan transportasi, perjalanan ke tanah suci menjadi lebih mudah diakses. Namun, makna gelar ini nampaknya tak pudar. Gelar “Haji” dan “Hajjah” masih menjadi simbol penghormatan atas perjuangan spiritual seseorang.
Panggilan gelar haji juga bisa motivasi bagi orang lain. Melihat seseorang menyandang gelar “Haji” atau “Hajjah” dapat menjadi motivasi bagi orang lain untuk berusaha menunaikan ibadah haji. Inspirasi ini menciptakan semangat kolektif dalam meningkatkan keimanan dan melaksanakan rukun Islam.
Selain itu, berguna juga untuk membangun budaya saling menghormati sesama muslim, karena haji dianggap sebagai pencapaian spiritual yang besar.
Sejarah Penyematan Gelar Haji
Adapun sejarah penyematan gelar haji di Indonesia busa dilihat dari beberapa perspektif, di antaranya:
- Perspektif Agama
Haji adalah perjalanan jauh, panjang, mahal, persyaratan tidak mudah, tidak semua orang bisa. Sehingga gelar haji layak disematkan bagi yang berhasil.
- Perspektif Kultural
Narasi dan cerita menarik, heroik, dan mengharukan selama berhaji menjadi popular membuat semakin banyak orang tertarik naik haji. Sehingga gelar haji jadi penting dan punya nilai status sosial yang tinggi.
- Perspektif Kolonial
Dulu, banyak perlawanan penjajahan berasal dari umat Islam, terutama yang baru haji. Sehingga disematkanlah gelar haji sejak 1916, agar lebih mudah mengawasi bagi yang memberontak.