Lihat Semua : infografis

290 Juta Vaksin Covid-19 Disiapkan Sampai Akhir 2021


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Yuli Nurhanisah / Desain : Chyntia Devina /   View : 1.238


Indonesiabaik.id   -   Dalam satu bulan belakangan ini, negara-negara maju dan besar di dunia sibuk dengan klaim dan kebut-kebutan sebagai negara penemu vaksin Covid-19 pertama. Bahkan, upaya mengamankan stok vaksin Covid-19 terus dilakukan pemerintah Indonesia di tengah penularan virus corona yang masih terjadi. 

Stok Pengadaan Vaksin

Tak tanggung-tanggung, Pemerintah telah mendapat komitmen pengadaan vaksin Covid- yang cukup digunakan sampai akhir 2021. Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN memastikan telah mengamankan minimal 290 juta vaksin Covid-19 pada 2021 yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA) dan China.

Sementara sampai akhir tahun 2020 ini, Indonesia diketahui memiliki komitmen pengadaan vaksin sebanyak 20 hingga 30 juta dosis vaksin Covid-19. Komitmen tersebut merupakan buah kesepakatan awal antara pemerintah melalui Bio Farma dengan pihak-pihak lain yang bekerja sama ditambah dengan kapasitas produksi sendiri milik Bio Farma yang tengah ditingkatkan.

Pengembangan Vaksin

Saat ini Indonesia telah bekerja sama dengan perusahaan asal China, Sinovac untuk uji klinis tahap 3 calon vaksin. Pengujian terhadap 1.620 relawan ini dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.

Selain pengembangan vaksin yang dilakukan oleh Bio Farma yang bekerjasama dengan Sinovac. Dia menyatakan, saat ini juga ada beberapa inisiatif lainnya yang dikembangkan terkait vaksin Covid-19. Pertama, upaya oleh konsorsium Lembaga Eijkman dan Bio Farma yang disebut Vaksin Merah Putih.

Kedua, ada Kalbe Farma dan Genexin, perusahaan bioteknologi dari Korea Selatan. Genexin mengembangkan vaksin GX 19 dan akan melakukan uji klinis fase II pada akhir tahun ini. Ketiga, Kimia Farma saat ini tengah penjajakan dengan G42, perusahaan teknologi Uni Emirat Arab (UEA) dan Sinopharm untuk melakukan pengadaan vaksin yang telah melalui uji klinis I dan II.



Infografis Terkait