Lihat Semua : infografis

Manfaat Bansos Selamatkan Indonesia dari Resesi


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Abdurrahman Naufal /   View : 9.212


Indonesiabaik.id   -   Beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, maupun negara-negara di Uni Eropa mengalami resesi ekonomi pada Kuartal II/2020, tak terkecuali Indonesia yang diakibatkan karena dampak pandemi COVID-19.

Isu resesi ekonomi memang jadi obrolan hangat akhir-akhir ini. Resesi ekonomi merupakan sebuah keadaan ketika pertumbuhan ekonomi mengalami kemunduran yang ditandai dengan Produk Domestik Bruto (PDB) negatif dalam dua kuartal berturut-turut. 

Berdasarkan data BPS, pada kuartal kedua konsumsi masyarakat anjlok sebesar negatif 5,51 persen sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi hingga menjadi negatif 5,32 persen. Jika menengok pada kuartal I, konsumsi masyarakat sebesar 2,96 persen dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 2,97 persen.

Meningkatkan konsumsi

Berbagai macam stimulus perekonomian sudah diterbitkan oleh pemerintah. Penetapan Undang-undang No. 2 tahun 2020 dalam mengatur keuangan negara dalam penanganan pandemi COVID-19 serta kebijakan melebarkan defisit anggaran lebih dari 3 persen menjadi langkah berani pemerintah dalam upaya mengatasi krisis.

Pasalnya, Kemudian, dengan kontribusi sebesar 57,85 persen, konsumsi rumah tangga dinilai menjadi komponen yang berkontribusi paling besar dalam struktur ekonomi sekaligus jadi kunci utama dalam menopang PDB dan mencegah terjadinya resesi ekonomi akibat pandemi. Ketika konsumsi masyarakat tertekan, maka dampaknya akan sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Bantuan sosial untuk cegah resesi

Pemerintah pusat sudah memberikan banyak bantuan seperti bansos tunai, bantuan langsung tunai (BLT) desa, subsidi listrik gratis 450 watt, 50 persen diskon listrik pengguna 900 watt. Kemudian, pemerintah memberikan stimulus bagi pengusaha kecil dan menengah. Ia sudah memberikan stimulus lewat perbankan. 

Kemudian, pemerintah meluncurkan bansos produktif untuk 13 juta UMKM. Pemerintah kemudian memberikan bantuan lewat kartu prakerja untuk 10 orang pegawai di-PHK lewat program kartu Prakerja. Kemudian modal kerja darurat dalam bentuk uang tunai Rp2,4 juta kepada 15,7 juta pekerja di luar program Prakerja, serta bantuan untuk pekerja sebesar Rp600 ribu yang berasal dari data pekerja di BPJS Ketenagakerjaan hingga pemberian gaji ke-13. Serta banyak lagi bantuan-bantuan yang telah diberikan.

Pemberian bantuan dilakukan dengan tujuan

  1. Meningkatkan daya beli masyarakat

  2. Mendorong konsumsi masyarakat

  3. Menggenjot pertumbuhan perekonomian Indonesia

  4. Mempercepat penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN)



Infografis Terkait