Lihat Semua : videografis

Pabrik Kaca Terbesar se-ASEAN Ada di Indonesia


Dipublikasikan pada 4 months ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, Alfin Adrian /   View : 236

indonesiabaik.id - Indonesia digadang bakal punya pabrik kaca terbesar se-Asia Tenggara yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Jateng).

Sejak dimulainya pembukaan kawasan pada 30 Juni 2020 lalu, pembangunan pabrik itu kini sudah resmi dimulai, yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking PT KCC Glass Indonesia oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (20/05/2021).

Tahap Pertama

PT KCC Glass Indonesia menjadi investor pertama yang melakukan groundbreaking di kawasan industri kerja sama pemerintah dan BUMN ini. PT ini diproyeksikan akan menjadi perusahaan kaca terbesar se-Asia Tenggara. Nilai investasi perusahaan berorientasi ekspor ini adalah sekitar Rp5 triliun dan akan menempati lahan seluas 49 hektare di KIT Batang dan diperkiraan mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 1.200 orang.

Pemerintah menyiapkan kurang lebih 4.300 hektare lahan bagi pengembangan kawasan. Pada fase pertama, 450 hektare disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Dari 450 hektar yang dialokasi pada tahap pertama pengembangan KIT Batang, semuanya telah terisi oleh para investor. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan tahap kedua.

Tingkatkan Perekonomian

Dibangunnya pabrik pertama di kawasan industri Batang, tentu saja dinilai akan menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Jateng. Kawasan strategis dan dibangun hanya membutuhkan waktu tak lebih dari setahun.

Kawasan industri digagas selain sebagai salah satu tumpuan pengembangan industri di Indonesia, juga memberi kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi setidaknya 250 ribu tenaga kerja setempat.

Keren bukan? Bahkan lebih jauh, kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan investasi sebesar Rp41,8 triliun di fase pertama sekaligus menjadi program prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.



Videografis Terkait