Lihat Semua : videografis

Penuhi Hunian Layak untuk Indonesia


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Abdurrahman Naufal /   View : 697

indonesiabaik.id - Kebutuhan hunian layak terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus ditingkatkan.

Target Hunian Layak Dinaikkan

Sesuai dengan  target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menargetkan peningkatan akses rumah layak huni dari 56,75 persen menjadi 70 persen. Kementerian PUPR menargetkan 222.876 unit bantuan pembiayaan perumahan Tahun Anggaran 2021.

Pembiayaan Rumah Gratis

Selama masa Pandemi COVID-19, bantuan pembiayaan perumahan terus berjalan, melalui aplikasi SiKasep dan Sikumbang. Bantuan pembiayaan perumahan terdiri dari 4 program, yakni;

  1. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 157.500 unit senilai Rp16,66 triliun.
  2. Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) senilai Rp630 miliar,
  3. Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) 39.996 unit senilai Rp1,6 triliun,
  4. Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk 25.380 unit senilai Rp2,8 triliun.

Pengawasan Kualitas Rumah

Tak hanya pembiayaan gratis, pengawasan terhadap kualitas rumah juga terus dilakukan. Untuk memberikan perlindungan konsumen kepada MBR, Kementerian PUPR terus meningkatkan pengawasan terhadap kualitas rumah melalui rapid assessment terhadap 1.003 unit rumah di 76 proyek perumahan yang tersebar di 11 provinsi pada November 2019 hingga Januari 2020. Terdapat lima komponen struktur pemeriksaan yakni fondasi, sloof, kolom, ring balok dan rangka atap.



Videografis Terkait