Lihat Semua : videografis

Terus Tekan Angka Stunting


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Ananda Syaifullah /   View : 717

indonesiabaik.id - Presiden Joko Widodo menargetkan percepatan penurunan prevalensi stunting atau kekerdilan sebesar 14 persen pada 2024.

Stunting Perlu Dicegah

Urgensi penurunan angka prevalensi stunting perlu disegerakan, mengingat dampak buruk dari stunting itu sendiri. Pasalnya, kecerdasan anak yang terkena stunting di bawah rata-rata sehingga prestasi belajarnya tidak bisa maksimal. Tak hanya itu, sistem imun yang dimiliki juga kurang baik sehingga mudah sakit.

Target (tahun) 2024, (penurunan prevalensi stunting) 14 persen itu bukan target yang enteng. Tetapi kalau kita bekerja dengan serius, lapangannya terkuasai, kerjasama dan berkolaborasi, saya rasa penurunan angka stunting bisa kita lakukan secara signifikan." kata Presiden RI Joko Widodo, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemitraan Program Bangga Kencana, Kamis (28/01/2021), di Istana Negara, Jakarta.

Terus Tekan Angka Penurunan Stunting

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2014 berada pada angka 37 persen, dan berhasil ditekan hingga mencapai angka 27,6 persen pada tahun 2019. Namun, diperkiraan mengalami kenaikan di tahun 2020 karena dampak pandemi COVID-19.

Dalam hal ini, Presiden menunjuk Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi ketua pelaksana untuk dapat menurunkan prevalensi stunting dengan baik melalui sejumlah program.

BKKBN Siap Turunkan Angka Stunting

Berkaitan dengan hal itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, dalam laporannya menyatakan kesiapan BKKBN untuk mendukung visi Presiden Joko Widodo terkait pencegahan dan penurunan prevalensi stunting serta membentuk keluarga Indonesia yang berkualitas, bahagia, dan sejahtera.

"Kami dengan didukung oleh penyuluh-penyuluh KB yang ada di desa dan juga kader-kader KB yang ada di seluruh wilayah di Indonesia, siap untuk menurunkan target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024," tegas Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.



Videografis Terkait