Bansos Lebih Tepat Sasaran Lewat Perlinsos Digital
indonesiabaik.id- Sekarang Indonesia punya Perlinsos Digital, sistem bansos digital terintegrasi pertama yang dirancang supaya penyaluran bantuan sosial bisa lebih cepat, akurat, dan transparan.
Apa itu Perlinsos Digital?
Perlinsos Digital merupakan sistem perlindungan sosial digital terintegrasi pertama di Indonesia, dibangun di atas pondasi Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah diperbarui.
Sistem ini memungkinkan warga untuk mendaftar bantuan sosial, memverifikasi kelayakan mereka, dan mengajukan sanggah atas data yang tidak sesuai.
Untuk pertama kalinya, data kependudukan warga dari berbagai instansi pemerintah terhubung dan diverifikasi secara real-time sehingga menghilangkan proses manual, data yang usang, dan pengambilan keputusan yang tidak transparan.
Uji coba perdana program ini sudah dilakukan di Banyuwangi sejak September 2025. Ke depannya, Perlinsos Digital juga akan diperluas ke berbagai kabupaten/kota lain di Indonesia secara bertahap mulai Mei 2026.
Kenapa Perlu Perlinsos Digital?
Menurut Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah RI, Indonesia mengalokasikan lebih dari Rp500 triliun setiap tahun untuk perlindungan sosial.
Tapi faktanya, masih banyak warga yang berhak belum menerima bantuan
Contohnya di Banyuwangi, dalam pilot project yang dilakukan, sekitar 7 dari 10 orang yang membutuhkan ternyata belum mendapatkan hak bantuan sosial mereka.
Untuk mengatasi exclusion error dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Kementerian Sosial memanfaatkan Digital Public Infrastructure (DPI) untuk mengintegrasikan data lintas 8 instansi secara real-time, memastikan kelayakan penerima ditentukan berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perlinsos Digital memungkinkan masyarakat mendaftar bansos hanya dengan NIK, mendapatkan hasil di hari yang sama, dan mengajukan sanggahan jika diperlukan. Proses cepat menjadi mungkin karena sistem SPLP yang menghubungkan data dari berbagai sumber.