Lihat Semua : infografis

Garuda Wisnu Kencana, Mengukir Kesan bagi Delegasi KTT G20


Dipublikasikan pada 2 months ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Chyntia Devina /   View : 1.369


indonesiabaik.id - Sebagai salah satu kawasan penyelenggaraan KTT G20, Garuda Wisnu Kencana (GWK) akan memberi kesan yang indah bagi para tamu delegasi, sebab jadi destinasi unik dan favorit di Bali.

Rangkaian G20 di GWK

Presiden Joko Widodo dan kepala delegasi akan menghadiri jamuan makan malam di area Lotus Pond sebagai bagian dari rangkaian dari kegiatan KTT G20.

Sebagai tempat berlangsungnya jamuan makan malam, Lotus Pond merupakan tengara (landmark) terbesar di GWK  yang dikenal sebagai alun-alun utama. Area outdoor tersebut dapat menampung hingga 7.500 orang. Rencananya ada sekitar 300-400 orang yang akan menghadiri jamuan makan malam di Lotus Pond.

Pelataran yang luas membentang terlihat megah dengan tebing kapur yang berjejer di kanan kirinya. Ditambah, pemandangan menawan dengan kehadiran patung Garuda di salah satu ujung deret tebing kapur.

Saat memasuki pintu utama Lotus Pond terdapat Tirta Agung (air suci) dengan dinding batu berukir (relief) yang memuat kisah Garuda Wisnu Kencana.

Fakta GWK Bali

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dirancang Nyoman Nuarta sejak 1980-an. Pasalnya, butuh waktu yang lama sampai akhirnya ide GWK diterima masyarakat awalnya dianggap hanya menghamburkan uang belaka. 

Keistimewaan salah destinasi favorit di Bali ini terletak pada patung Garuda Wisnu Kencana yang menjulang kokoh setinggi lebih dari 120 meter–bahkan mengalahkan Patung Liberty di Amerika Serikat. 

Patung ini menjadi ikon peradaban yang tak lekang usia.  Dengan berbahan logam tembaga, baja, dan kuningan, Patung GWK menggambarkan Dewa Hindu Wisnu yang berada di atas tunggangannya, burung Garuda.

Pada bagian bahu Dewa Wisnu, terdapat hiasan yang terbuat dari ribuan potongan kaca mosaik emas. Hiasan yang disebut ‘badong’ itu juga direkatkan pada bagian mahkota dan dada patung it



Infografis Terkait