Lihat Semua : infografis

Kesiapsiagaan Ancaman Bahaya Gunung Merapi di Kala Pandemi


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Chyntia Devina /   View : 662


Indonesiabaik.id   -   Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memastikan kesiapsiagaan semua pihak, khususnya di tingkat desa, dalam menghadapi ancaman bahaya letusan Gunung Merapi, pandemi COVID-19 dan dampak La Nina.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, berdasarkan data-data aktivitas vulkanik selama ini, BTTKG mengeluarkan status dari level II atau waspada menjadi level III atau Siaga per tanggal 5 November 2020, Gunung Merapi berstatus Siaga atau Level III. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyampaikan bahwa tingginya aktivitas vulkanik Gunung Merapi tidak ada kenaikan yang signifikan.

Ia juga menambahkan bahwa guguran lava yang sudah agak jauh. Beberapa kali terjadi guguran di sisi barat dan barat laut. Guguran sempat terpantai dengan jangkauan beragam, 1 km, 2 km dan 3 km. 

Prakiraan wilayah bahaya

  1. Cangkringan, Sleman, DIY

Glagaharjo - Kalitengah Lor

Kepuharjo - Kaliadem

Umbulharjo - Pelemsari

  1. Dukun, Magelang, Jawa Tengah

Ngargomulyo - Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar

Krinjing - Treayem, Pugeran, Trono

Paten - Babadan 1 , Babadan 2

  1. Selo, Boyolali, Jawa Tengah

Tlogolele - Stabelan, Takeran, Belang

Klakah - Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur

Jrakah - Jarak, Sepi

  1. Kemalang, Klaten, Jawa Tengah

Tegal Mulyo - Pajekan, Canguk, Sumur

Sidorejo - Petung, Kembangan, Deles

Balerante - Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang



Infografis Terkait