Lihat Semua : infografis

Inget ya Sohib, Tidak Dianjurkan Pakai Masker Scuba/Buff


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : Chyntia Devina /   View : 1.457


Indonesiabaik.id   -   Masker scuba dan buff dinilai kurang efektif menangkal virus corona (COVID-19). Hal itu diakui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bersamaan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik Kereta Rel Listrik (KRL). VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif menahan droplet atau cairan.

"Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (15/9/2020).

Selain itu, PT KCI juga meminta penumpang KRL untuk menggunakan masker dengan benar, yakni menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

"Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan," kata Anne.

Hal itu pun diakui Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. 

"Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar," kata Wiku lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020)

Wiku juga menerangkan, masker scuba biasanya mudah untuk ditarik ke leher sehingga penggunaannya tidak berarti. Terlebih lagi, saat ini masker merupakan alat penting untuk mencegah penularan virus corona sehingga masyarakat perlu menggunakan masker berkualitas.

Efektivitas masker tangkal virus

Menurut Wiku, masyarakat bisa mengenakan masker bedah atau masker kain yang terdiri dari tiga lapisan kain katun. 

1. Masker N95: efektif 95-100%

2. Masker Bedah: efektif 80-95%

3. Masker FFPI: efektif 80-95%

4. Masker bahan 3 lapis: efektif 50-70% 

5. Masker scuba/buff: efektif 0-5%



Infografis Terkait