Loading...

Semangat Terus Menuju Indonesia Zero Stunting

Perjuangan Menuju Zero Stunting: Prevalensi Stunting Indonesia Turun Jadi 19,8% di Tahun 2024

indonesiabaik.id Upaya penurunan angka stunting di Indonesia terus menunjukkan hasil positif. Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat terus bergerak menuju target zero stunting nasional. Kabar baik datang dari data terbaru tahun 2024, di mana prevalensi stunting turun menjadi 19,8%, dibandingkan 21,5% pada 2023.

Ini merupakan capaian signifikan dalam upaya jangka panjang mengurangi stunting, yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Tren Penurunan Stunting di Indonesia dari Tahun ke Tahun

Tren penurunan stunting di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2013, angka prevalensi stunting tercatat sebesar 37,2%, lalu menurun menjadi 34% pada 2014, dan terus turun menjadi 29% di 2015. Penurunan ini berlanjut pada 2016 dengan angka 27,6%, meskipun sempat mengalami sedikit kenaikan pada 2017 menjadi 29,6% dan 30,8% di tahun 2018.

Namun, tren kembali membaik pada 2019 dengan penurunan menjadi 27,7%. Tidak tersedia data untuk tahun 2020, tetapi pada 2021, angka stunting turun cukup signifikan menjadi 24,4%, lalu ke 21,6% pada 2022, dan 21,5% di tahun 2023. Kabar baik datang pada 2024 ketika angka stunting berhasil ditekan hingga 19,8%.

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan lebih lanjut menjadi 18,8% pada tahun 2025, dan optimis mencapai 14,2% pada tahun 2029, sebagai bagian dari komitmen nasional menuju zero stunting.

2029: Menuju Prevalensi Stunting 14,2%

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14,2% pada 2029. Capaian ini diharapkan dapat tercapai melalui penguatan program dari tingkat pusat hingga desa, serta dukungan aktif dari masyarakat.