Indonesiabaik.id - Penyakit antraks kini menjadi perhatian Kementerian Kesehatan dan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah ada warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia usai memakan daging sapi yang positif terjangkit antraks.
Apa Itu Antraks?
Antraks (Anthrax) merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Antraks umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, dan lainnya serta dapat menular ke manusia.
Bakteri penyebab antraks, apabila terpapar udara, akan membentuk spora yang sangat resisten terhadap kondisi lingkungan dan bahan kimia termasuk desinfektan tertentu dan dapat bertahan selama puluhan tahun di dalam tanah.
Bagaimana Gejala Antraks pada Manusia?
Penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia. Biasanya, pada manusia, antraks akan menyerang bagian tubuh tertentu seperti kulit, saluran pencernaan dan paru-paru.
Dikutip dari laman Balai Besar Veteriner Wates Kementerian Pertanian, tanda antraks pada manusia berbeda-beda tergantung bagian tubuh yang diserang antraks.
Pengobatan dan Pencegahan Antraks
Antraks pada manusia dapat diobati dengan pemberian antiobiotik seperti ciprofloxacin dan doxycycline dan disertai dengan antitoksin. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk: