Lihat Semua : infografis

Tambah Kapasitas Tempat Isolasi COVID-19


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Rosi Oktari / Desain : M. Ishaq Dwi Putra /   View : 620


Indonesiabaik.id   -   Pemerintah terus mempersiapkan tempat-tempat isolasi bagi pasien COVID-19, baik yang tanpa gejala maupun yang memiliki gejala ringan. 

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto memaparkan rincian tempat isolasi pasien COVID-19 yang disiapkan pemerintah. Salah satu tempat isolasi yang masih siap yaitu Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Kapasitas pada lokasi karantina Wisma Atlet saat ini, kata Menkes, untuk yang gejala ringan dari COVID-19 telah disiapkan bagi warga DKI Jakarta Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 2 tower.

“Tower 6 terdapat tempat tidur sebanyak 1.746, sudah terisi 888. Sedangkan Tower 7 terdapat 2.472 tempat tidur, baru terisi 749. Sedangkan yang untuk tanpa gejala, flat isolasi mandiri Wisma Atlet Kemayoran menyiapkan 2 tower, yaitu tower 4 dan 5,” kata Menkes saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (14/9).

Kapasitas masing-masing untuk tower 4 ada 2.472 tempat tidur yang belum terisi, sedangkan tower 5 terdapat 2.472 tempat tidur baru terisi 81.

Selain di Wisma Atlet Kemayoran, pemerintah juga menyiapkan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di berbagai wilayah seperti di Jakarta maupun Ciloto, yang memiliki kapasitas ada 326 kamar untuk bisa menampung 653 orang. Selain itu juga disiapkan Bapelkes di Batam, Semarang, dan Makassar.

Di samping itu, pusat-pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan juga terus disiapkan agar pasien tidak melakukan isolasi mandiri. Hal ini penting untuk dilakukan guna mencegah potensi penularan kepada keluarga. Pemerintah juga bekerjasama dengan jaringan grup Hotel Accor, Novotel, Ibis, Tauzia, Harris untuk menyediakan isolasi mandiri dan jumlahnya dapat ditambah menjadi 15-30 hotel jika diperlukan.

"Untuk hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta juga dapat dipergunakan untuk isolasi mandiri untuk yang tanpa gejala ini, jumlahnya ada 10-15 hotel, dengan kapasitas 1.500 kamar atau 3.000 orang,” kata Menkes.

Selain untuk isolasi pasien yang gejala ringan maupun yang tidak bergejala, Menkes jelaskan juga disiapkan untuk tempat perawatan pasien yang bergejala sedang sampai dengan berat khususnya untuk DKI Jakarta.

“Dalam beberapa hari ke depan ruang isolasi ini akan ditambah sebanyak 1.022 tempat tidur, sehingga menjadi 5.293 tempat tidur. Sedangkan untuk merawat pasien COVID-9 dengan gejala berat yang memerlukan ruang ICU, maka terdapat ruang ICU kosong yang berjumlah 115 tempat dari 584 tempat tidur ICU yang ada. Dan dalam beberapa hari ke depan dapat ditambah sebanyak 138 tempat tidur, sehingga total menjadi 722 tempat tidur,” tegas Menkes.



Infografis Terkait