Lihat Semua : infografis

Bisku Neo Inovasi Pangan Bergizi Saat Darurat Bencana


Dipublikasikan pada one year ago , Redaktur: Andrean W. Finaka, Riset : Siap Bangun Negara / Desain : M. Ishaq Dwi Putra /   View : 1.662


Indonesiabaik.id   -   Setiap terjadi bencana alam, apalagi dengan skala dan dampak yang luas, seringkali problematika kekurangan makanan dan minuman –sebagai kebutuhan dasar manusia—selalu muncul. Akibat bencana yang tiba-tiba, menyebabkan korban tidak mudah untuk mengakses kebutuhan dasar, terlebih seperti dalam kondisi normal keseharian, yakni makanan yang lengkap kandungan gizinya.

Biasanya dalam situasi darurat, yang tersedia saat pertama itulah yang bisa mengganjal rasa lapar para korban bencana sebelum hadirnya bantuan hingga dapur umum, yang nantinya akan menyediakan makanan dalam kondisi normal keseharian.

Gambaran umum dan nyata selama ini, makanan darurat yang mudah diakses korban bencana adalah mie instan. Namun, kini sudah muncul sejumlah inovasi untuk lahirnya pangan darurat bencana yang memiliki kecukupan gizi, tahan lama (tidak basi) dan lebih praktis, karena tidak harus dimasak terlebih dulu alias telah siap saji.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan Bisku NEO, biskuit yang kaya nutrisi, bisa langsung dimakan tanpa proses pengolahan, mudah didistribusikan serta cukup mengenyangkan. Nama NEO diambil dari singkatan "Nutrisi lengkap, Energi tinggi dan Orisinal". 

Bisku NEO mengandung ± 500Kkal/100g atau ± 25% dari kebutuhan konsumsi harian bagi para pengungsi. Dengan memakan empat bungkus biskuit ini, korban tak cuma akan kenyang tetapi juga tercukupi kebutuhan nutrisinya sepanjang hari. 

Uji laboratorium juga menunjukkan bahwa Bisku NEO mengandung protein yang penting guna meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan demikian, biskuit ini juga dapat menjaga korban bencana tetap sehat di lingkungan yang kurang kondusif. 

Perlu diketahui Bisku NEO dibuat dari tepung ubi kayu, ubi jalar, jagung, tempe dan gula. Penggunaan bahan lokal meningkatkan nilai guna masing-masing komoditas serta mendorong diversifikasi pangan. Keuntungan lain, penggunaan bahan lokal membuat produksi biskuit ini lebih mudah. Tekstur Bisku NEO dan cara pengemasannya dirancang untuk bertahan terhadap tekanan besar sehingga bisa didistribusikan melalui jalur udara. Biskuit ini mampu bertahan dalam jangka waktu yang relatif lama, tidak cepat rusak atau kadaluarsa.



Infografis Terkait